Sandi Sebut Kerja Tak Cukup, Parpol Koalisi: Dia Tak Paham Etos Kerja Jokowi

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno dalam diskusi bersama Gapoktan di Lapangan Pasar, Selasa (4/12)

Jakarta, PONTAS.ID – Cawapres Sandiaga Uno menilai pembangunan sebuah bangsa tak cukup jika hanya kerja, kerja, kerja, tetapi harus mementingkan esensi perbaikan ekonomi.

Menanggapi hal itu parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin angkat bicara soal pernyataan dari pasangan duet Prabowo Subianto itu.

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menilai apa yang disampaikan Sandiaga tak paham makna etos kerja Jokowi.

“Sandi tidak paham makna etos kerja, kerja, kerja yang menjadi ciri khas semangat membangun negeri yang dicetuskan oleh Pak Jokowi, yang mencakup bukan saja pembangunan ekonomi rakyat semesta, tapi juga pengembangan inovasi serta ekonomi kreatif untuk semakin meningkatkan pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia terutama untuk kaum milenial dan perempuan,” ujar Inas saat dihubungi, Sabtu (5/1/2019).

Sandiaga saat berkampanye di Tarakan Barat, Kalimantan Utara menyampaikan kepada pengusaha milenial serta para penjual udang dan kepiting untuk melakukan inovasi dan tidak hanya kerja. Hal itu disampaikan agar sumber daya alam negeri bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan anak bangsa sendiri, bukan dinikmati oleh orang asing.

Menurut Sandiaga, jangan sampai tiadanya kesejahteraan membuat para pekerja Indonesia mengadu nasib di negara orang, sedangkan orang asing menikmati dan mengeksplorasi hasil bumi Kalimantan Utara.

Menanggapi hal tersebut, Inas menilai eks Wagub DKI itu selalu menarasikan kehidupan masyarakat Indonesia dalam keadaan sulit dan pemerintah tak hadir dalam perekonomian rakyat. Apa yang disampaikan Sandi, menurut Inas hanya untuk menutupi kelemahan soal menyajikan data indikator perekoniman Indonesia yang sudah naik jadi 7 persen.

“Misalnya dia mengatakan bahwa milenial harus fokus pada penciptaan lapangan kerja, bukan mencari kerja, atau dengan kata lain bahwa milineal harus menjadi wirausahawan. Karena keterbatasan tersebut sehingga Sandi tidak tahu bahwa rasio kewirausahaan kita yang pada tahun 2014 hanya 1,2%, meningkat menjadi 7% di tahun 2018, sedangkan standart internasional adalah 2%,” tutur Inas.

Tak Paham Konsep Kerja

Hal senada juga dikatakan Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut Sandiaga tak paham konsep kerja dalam pemerintahan.

“Dia tak memahami. Kerja itu bukan berarti kerja kaya tukang bangunan, kerja itu adalah bagaimana kita memiliki konsep yang besar, lalu konsep yang besar itu mampu diturunkan ke program yang terukur, terarah dan tepat sasaran. Itu kerja. Jadi bukan sekedar kami mau bikin Indonesia adil dan makmur, caranya gimana? Itu bukan sekedar jargon, itu wacana,” kata Ace saat dihubungi, Sabtu (5/1/2018).

Ace kemudian menyinggung soal program OK OCE yang dia sebut tak ada implementasinya. Dia mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan hasil kerja yang konkret bukan sekadar konsep besar yang diutarakan dalam pidato-pidato.

“Kita nggak cukup hanya bicara konsep besar atau pidato-pidato atau bicara Indonesia bubar tanpa ada sesuatu yang dilakukan oleh kita. Itu lah esensi kerja itu sendiri. Buat apa misalnya kita buat program OK OCE, tapi itu justru tak terbukti implementasinya seperti apa,” jelas Ace.

Pria yang juga menjabat sebagai juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf itu kemudian memaparkan pencapaian kerja pemerintahan Jokowi di sektor infrastruktur. Ace menegaskan pencapaian kerja Jokowi yang berdampak positif yakni pembangunan infrastruktur di tanah Papua.

“Papua juga memiliki kesamaan nasib yang ada di Jawa, itu kan esensi dari kerja, jadi kerja itu bukan hanya sekedar bicara, beretorika menyampaikan pesimisme. Kerja itu adalah bagaiamna mengekseskusi sebuah kebijakan sehingga memiliki implikasi bagi produktifitas ekonomi masyarakat. Itu kerja,” tegas Ace.

“Jadi kerja yang dimaksud dalam konteks Pak Jokowi adalah kita ini punya banyak konsep tapi kemampuan untuk mengeksekusi konsep menjadi sebuah kebijakan yang tepat sasaran dan tepat guna,” lanjut dia.

Editor: Luki Herdian

Previous articleHore! Pertamina Turunkan Harga Pertamax Cs
Next articleSoal Putus Kontrak BPJS Kesehatan-RS, DPR Minta Kemenkes Klarifikasi