Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengritisi pernyataan dari Gubernur DKI, Anies Baswedan yang mengklaim bahwa penggunaan APBD 2018 lebih efektif, karena untuk belanja pegawai lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dari sisi presentase.
Menurut Gembong, hal itu tidak pernah bisa disorot karena belanja pegawai tidak pernah dibahas secara mendetail, sebab memang hal tersebut sudah haknya.
“Kalau kita bicara persentase, sebetulnya ya masih jomplang antara belanja pegawai dan belanja pembangunan. Masih jauh lebih tinggi dibandingkan biaya pembangunannya,” kata Gembong saat dihubungi saat dihubungi oleh wartawan dari Jakarta, Rabu (2/1/2019).
Terlebih Anies menyatakan ingin memperkecil belanja pegawai dan mengalokasikannya ke belanja pembangunan, Gembong khawatir hal tersebut hanya wacana. Selain itu, Gembong tidak melihat penghematan dari kunjungan luar negeri yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
“Sekarang bisa dicek lah, Pak Anies sudah berapa kali dalam satu tahun ini kunjungan ke luar negeri? dari mana judul penghematannya?” ujarnya.
Gembong melihat Anies kurang memperhatikan impelementasi janji dari bukti yang terpampang nyata. Oleh karena itu, dia meminta Anies untuk tidak menyoroti hal-hal yang bersifat ‘given’, atau sudah menjadi hak.
“Jadi sebetulnya Pak Anies baru bicara yang menguakkan persoalannya sendiri, faktanya seperti itu. Gaji kan nggak mungkin bisa diefisiensi, jadi kurangi saja acara yang tidak berpengaruh kepada masyarakat,” tegas dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapaikan penyerapan APBD 2018 mencapai 82,03 persen. Bahkan dirinya mengklaim penggunaan APBD 2018 lebih efektif, karena untuk belanja pegawai lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dari sisi presentase.
Menurut Anies, meski ada peningkatan nilai APBD, namun lebih digunakan untuk program pembangunan. Sementara untuk belanja pegawai justru berkurang.
“Melakukan halnya lebih banyak tetapi penggunaan belanja pegawainya lebih sedikit. Di sisi lain anggaran yang meningkat itu lebih banyak dipakai untuk program,” terangnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2019).
Editor: Risman Septian




























