“Industri makanan dan minuman mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan, dengan pertumbuhan sebesar 10,19% pada periode Januari-September 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,17% di periode yang sama,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (13/12/2018)
Ia mengatakan sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Hal itu lantaran didukung sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.
Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian Indonesia juga sangat signifikan. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73% terhadap PDB Industri Nonmigas atau 6,31% terhadap PDB Nasional, pada triwulan III tahun 2018.
Pertumbuhan ekspor periode Januari-September 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 3,22% dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 13,00%.
“Fakta tersebut menunjukkan suatu harapan bagi kita. Untuk masa mendatang, industri makanan dan minuman nasional akan terus menunjukan perkembangan yang positif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.
Airlangga mengatakan pemerintah menyambut baik inisiatif dan terobosan inovatif yang dilakukan industri ini. Salah satunya yang dilakukan PT Sewu Segar Primatama yang memproduksi cold-pressed juice yang menerapkan teknologi High-Pressure (HPP) pertama di Indonesia dan ASEAN.
Ia berharap penerapan teknologi yang mampu mengawetkan secara alami dan menjaga nutrisi itu dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan menjadi pemain global.
“Dengan beroperasinya fasilitas ini, kami harapkan dapat menghasilkan produk industri minuman yang berkualitas, sehat dengan standar yang mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.
Managing Director PT Sewu Segar Primatama Richard Anthony, teknologi HPP dalam memproduksi cold-pressed juice dengan merek dagang Re-juve, membuhuh bakteri melalui proses tekanan tinggi dengan suhu dingin.
Selain menjadikan produk Re-juve tahan lebih lama secara alami, teknologi ini mampu mempertahankan cita rasa, nutrisi, dan tekstur produk, serta menurunkan risiko rekontaminasi.
“Misi utama Re-juve sejak berdiri pada 2014 membuat semakin banyak orang hidup lebih bahagia melalui produk yang lezat, sehat, dan jujur. Inilah yang mendorong kami untuk mengadopsi teknologi HPP dan investasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian guna menjadikan sektor makanan dan minuman (mamin) sebagai salah satu fokus pengembangan utama dalam kerangka making Indonesia 4.0,” tutupnya.
Ediror: Idul HM



























