Tiba di Sergai, Ibu Kandung Jefri Simaremare Menangis Histeris

Suasana di rumah duka korban penembakan KKB Papua, di Dusun I Desa Sei Belutu kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Sabtu (8/12/2018)

Sergai, PONTAS.ID – Jenazah Efri Junaidi Simaremare (28), yang merupakan salah satu korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua beberapa waktu yang lalu, tiba di kampung halamannya Dusun I Desa Sei Belutu kecamatan Sei Bamban, Sergai, menggunakan ambulans dengan pengawalan aparat TNI/Polri tiba dikampung halamannya, Sabtu (8/12/2018).

Setiba di rumah orangtuanya,isak tangis dan jeritan histeris memecah disuasana hening tersebut yang berasal dari ibu kandungnya, Sonti br. Sirait (55), kakak kandung korban Tetty br. Simaremare serta keluarga yang lain.

Begitu sirine mobil ambulance berbunyi dan mendekati ke areal pekarangan rumah korban, suara tangisnya pun semakin besar. Hal itu juga diikuti oleh keluarganya yang lain seperti kakak dan adik korban.

Oooo Efri, ise do namanembaki ho Efri (siapalah yang manembaki mu Jefri),” jerit ibu korban sembari memeluk peti jenazah korban. Ibunya juga meneriakkan, kenapa anaknya yang menjadi korban, “Dimana keadilan itu,” teriak ibu Jefri histeris.

Berulang kali juga ia memeluki peti putih tempat anaknya dibaringkan,Ia pun berulang kali melengketkan pipinya itu ke peti sembari meratap dan menangis.

Sebelumnya disebut kalau bulan ini juga sebenarnya Efri berencana untuk pulang ke kampung halaman,guna merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga, sebab semenjak kurang lebih lima tahun bekerja di Papua ia belum pernah pulang kampung.

Ibu korban sempat meminta kepada Kapolres Sergai AKBP Juliarman Pasaribu untuk membuka Peti jenazah, tetapi dengan alasan bahwa mayat sudah hampir seminggu dan tentunya tidak baik untuk dilihat, akhirnya ibu korban dan keluarga dapat mengerti.

Selain Kapolres Sergai AKBP Juliarman Pasaribu yang ikut menyerahkan korban kepada keluarganya, hadir yang mewakili perusahaan dimana almarhum Jefri bekerja dan ratusan warga Desa Sei Belutu yang merasa kehilangan warganya.

Tetty Simaremare kakak kandung korban disela-sela penyerahan jenazah tersebut mengatakan, ”Dia awalnya tinggal sama tulangnya (paman dari keluarga ibu) di Papua lima tahun yang lalu. Setelah bekerja dia kerap mengirim uang untuk ibu nya dan berjanji nanti kalau umurnya sudah 30 tahun baru dia menikah,

“Dia juga berjanji tahun ini akan pulang untuk Natal dan Tahun Baru di kampung. Memang dia pulang dan menepati janjinya tapi hanya sudah menjadi mayat,” kata Tetty sembari menangis.

Atas nama keluarga Simaremare, Tetty juga menyampaikan rasa terima ksih kepada semua pihak yang telah membantu pemulangan jenazah adiknya,sehingga mereka dapat melihat Jefri sekalipun sudah menjadi mayat.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Hendrik JS

Previous articleTingkatkan Kualitas Usulan Warga, Pemkot Jakarta Utara Gelar Pelatihan
Next articlePDIP Pertanyakan Urgensi Kubu Prabowo-Sandi Pindah Markas ke Jateng