PSI: Minim Gagasan, Prabowo-Sandi Politisasi Agama

Dedek Prayudi Juru bicara bidang Kepemudaan Partai PSI

Jakarta, PONTAS.ID – Kubu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kerap mengeluarkan statement dan klaim yang tidak sesuai dengan data yang kredibel atau dapat dipertanggungjawabkan. Klaim dan statement tersebut merupakan kebohongan dan pembodohan publik, semata-mata untuk memenangkan margin elektoral.

“Syarat mutlak berpolitik gagasan di mana program pembangunan menjadi basis perdebatan politik adalah data yang kredibel. Demokrasi yang substansial adalah demokrasi di mana argumen politik dibangun berbasis analisa data yang sesuai dengan kaidah keilmuan,” kata juru bicara bidang Kepemudaan Partai PSI, Dedek Prayudi melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/12/2018).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta kritik yang disampaikan kepada pemerintah agar berbasis data, sebab kekeliruan dalam mengutip data secara terus-menerus memunculkan kesan disengaja.

Pria yang akrab disapa Uki ini mencontohkan, ketika Bank Dunia mengatakan bahwa 53 juta orang indonesia tergolong kelas menengah dengan penghasilan minimal 10 dollar perhari, namun pak Prabowo justru mengatakan bahwa Bank Dunia menemukan bahwa 99 persen rakyat Indonesia hidup sangat pas-pas-an, “Akhirnya pernyataan pak Prabowo dibantah oleh Bank Dunia,” terangnya.

Menurut Influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini, kesalahan dari pasangan Prabowo-Sandiaga tak lepas karena minimnya penguasaan data.

“Ini yang menyebabkan mereka miskin gagasan pembangunan maka mereka tidak ada pilihan lain selain memainkan isu-isu identitas dan primordial atau mempolitisasi agama,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleKetua DPR Minta Kasus Blangko e-KTP Tak Dipolitisasi
Next articleSepanjang 2018, Polri Raih 61 Penghargaan Anti Korupsi