Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan ekonomi Indonesia mampu bertahan dengan baik meskipun ada tekanan ekonomi dunia di sepanjang tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi dalam situasi gejolak ekonomi global itu, secara kumulatif di kuartal III mencapai 5,17%. Inflasi pun bisa dipertahankan dengan baik di sekitar 3,5%.
“Kalau melihat angka sampai bulan Oktober, yang diumumkan BPS pada Nobvember, inflasi kita di sekitar 3% bisa kurang atau lebih sedikit. Saya cenderung katakan kurang sedikit. Oleh karena itu pertumbuhan stabilitas terjaga,” ujar Darmin dalam pertemuan, CEO Networking 2018 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (3/12/2018).
Jika melihat data sosial ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, gini ratio, pendekatan terhadap distribusi pendapatan indeks pembangunan manusia, semua secara konsisten membaik.
“Tidak berlebihan kalau bilang kualitas ekonomi kita (Indonesia) baik. Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla barangkali memperkenalkan suatu pendekatan yang agak berbeda dengan yang beberapa tahun terakhir ini,” ungkapnya.
Kebijakan pertama yaitu supply side di ekonomi, seperti infrastruktur, SDM, pertanahan dan sebagainya.
“Oleh karena itu, ada yang menarik yang bisa diikuti dengan kemakmuran infrastruktur. Kalau dalam waktu dekat memodelisir logsitik, saya percaya bisa terwujud transformasi ekonomi yang baik,” imbuhnya.
Supply side yang berkembang maka akan berdampak serupa pada demand side, seperti konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.
“Kebijakan waktu ke depan ini ditekankan untuk memperbaiki pertumbuhan ekspor. Saya kira kita bisa melalui transformasi ekonomi dengan lebih baik,” tukas Darmin.
Darmin menambahkan memasuki tahun 2019, Presiden memerintahkan untuk mengerahkan pendidikan dan pelatihan vokasi demi perbaikan SDM.
“Kalau itu bisa dijalankan dalam beberapa tahun dengan perbaikan di supply side, bisa jadi basis. Kita bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah.” ujar Darmin.
Editor: Idul HM



























