Komisi III Minta Polri Usut Tuntas Pembunuhan Dufi

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi III DPR prihatin atas kematian tragis menimpa salah satu wartawan bernama Abdullah Fithri Setiawan atau akrab disapa Dufi.

“Kita berduka dan berharap keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi musibah ini,” kata Nasir di Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Politikus PKS ini menilai bahwa kematian dialami Dufi sangat keji dan sadis. Bahkan memperlakukannya seperti binatang.

“Saya mengecam dan mengutuk kematian dialami dufi yang mengenaskan itu,” terangnya.

Mantan wartawan ini mengatakan, apapun alasannya, menghilangkan nyawa orang merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Apalagi, jika dikemudian hari ditemukan bahwa pembunuhan tersebut berkaitan dengan profesi Dufi maka apa yang dilakukan oleh pelaku bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku khususnya UU Pers No. 40 tahun 1999.

“Jika pembunuhan itu direncanakan maka pelaku bisa dihukum mati,” tegas Nasir.

Nasir pun berharap aparat kepolisian bersungguh-sungguh untuk mengungkap dan mengusut tuntas kasus Dufi.

“Saya berharap aparat kepolisian bertindak cepat menemukan pelakunya. Kita tidak ingin, pelaku sadis ini berkeliaran bebas terlalu lalu lama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jasad Dafi ditemukan warga di dalam drum plastik berwarna biru dekat kantor Polsek Klapanunggal Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11/2018) pagi.

Pada jasad korban ditemukan sejumlah luka sabetan senjata tajam.

Kondisi mayat ditemukan sangat mengenaskan karena drum diisi air. Korban diduga kuat berasal dari luar bogor dan diduga merupakan korban pembunuhan lantaran warga sekitar tak ada yang mengenalinya.

Dari hasil autopsi, petugas forensik Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, menemukan sejumlah luka sayatan senjata tajam di tubuh korban di antaranya di bagian leher dan punggung.

Editor: Luki Herdian

Previous articlePemprov DKI Perkuat Turap Sejumlah Kali untuk Antisipasi Banjir
Next articleKementan Klaim Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here