Megawati Niat Mundur Jadi Ketum Partai, PDIP Khawatir

Megawati Soekarnoputri

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berniat mundur sebagai pimpinan partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih.

Politikus PDIP Rokhmin Dahuri mengaku khawati jika memang benar Megawati bakal mundur dari kursi pimpinan partai.

“Saya tidak bisa membayangkan apakah nanti PDIP bisa sesolid sekarang kadernya atau tidak jika tidak lagi dipimpin oleh Bu Mega,” ujar Rokhmin, Senin (19/11/2018).

Kendatipun demikian, Rokhmin mengaku yakin kaderisasi di PDIP yang terbaik dibanding dengan partai lain, sehingga sudah siap bila ditinggal Megawati.

“Kalau yang saya lihat di negara demokrasi seperti Indonesia ini, ya PDIP yang paling bagus kaderisasinya,” demikian Rokhmin.

Ideologi Pancasila

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan ada dua alasan mendasari arus bawah bersikeras Megawati tetap memegang kendali kepemimpinan partai.

Pertama, faktor ideologi. Sosok Megawati dikenal sebagai tokoh politik yang memiliki komitmen kuat mempertahankan ideologi Pancasila dan Keutuhan NKRI.

“Kita tahu sekarang. Ancaman ideologi nyata di depan kita, ancaman terorisme, radikalisme. Dengan demikian Ibu Mega masih sangat diperlukan dan mendapatkan dukungan kuat dari arus bawah untuk menjaga tetap tegaknya negara Pancasila, Negara Kesatuan Repubkik Indonesia, konstitusi kita,” ujarnya di Cirebon, Sabtu (17/11/2018).

Faktor kedua, sambung Hasto, Megawati terbukti sangat kuat dan kokoh dalam menghadapi tantangan dan dinamika politik. Menurut Hasto, Megawati, begitu setia terhadap Pancasila dan NKRI.

“Kepemimpinan Ibu Mega yang kuat, yang kokoh, yang setia pada prinsip untuk Pancasila dan NKRI itu, sangat diperlukan bagi bangsa dan negara Indonesia. Termasuk oleh PDI Perjuangan itu sendiri,” tandasnya.

Diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah merasa sepuh dan terlalu lama memimpin partai berlambang banteng bermoncong putih. Dia mengungkapkan ingin segera mundur.

“Saya jadi ketua umum partai yang paling senior. Sudah sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17,” ucap Megawati di sela acara memberi wejangan kepada calon anggota legislatif (Caleg) PDIP Angkatan III, DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Megawati mengaku kesel pada diri saya sendiri, sebab Mengapa belum ada tokoh perempuanyang mau jadi tokoh politik seperti dirinya.

“Dulu waktu masa muda, saya tidak menyangka bahwa saya akan jadi seorang yang sekarang disebut menjadi bagian dari tokoh nasional. Disebut presiden kelima. Memang saya kalau dilihat-lihat perjalanan politik saya sudah cukup lama,” ungkap Megawati.

Editor: Luki Herdian

Previous articleKementan Pinjam Jagung, Pengamat: Indonesia Alami Masalah Produksi
Next articleJalin Kekompakan, Kogokamura dan Fedkonsep Jajal Pantai Tanjung Pasir