BPS: Pemerintah Perlu Benahi Neraca Jasa

Jakarta, PONTAS.ID – Upaya memangkas defisit transaksi, pemerintah sudah semestinya tidak hanya fokus pada pembenahan neraca perdagangan. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Suhariyanto usai menghadiri konferensi pers terkait ekspor impor Oktober 2018 di kantornya, Jakarta, Kamis (15/11).

Suryanto mengatakan, dari sisi pembenahan neraca perdagangan, upaya pemerintah sudah sangat optimal, mulai dari peningkatan ekspor, pengendalian impor, penundaan beberapa proyek infrastruktur hingga penerapan B20.

Maka dari itu, diperlukan strategi khusus dari komponen lainnya yang selama ini masih belum tersentuh, seperti pembenahan di neraca jasa.

Ia menyatakan, sekarang semua perhatian transaksi berjalan hanya pada neraca perdagangan. Padahal transaksi berjalan itu komponennya ada neraca perdagangan, neraca jasa, transaksi finansial dan sebagainya.

“Saya pikir berbagai kebijakan di neraca perdagangan sudah oke, clear. Mungkin sudah waktunya kita menyentuh sisi yang lain seperti neraca jasa,” jelas Suhariyanto.

Terkait bagaimana bentuk kebijakan untuk pembenahan neraca jasa, ia menyerahkan hal itu kepada Menteri Koordinatoe Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Mungkin bisa dengan penggunaan kapal lokal untuk kegiatan ekspor impor. Tapi nanti detailnya bisa dengan Pak Menko (Darmin). Kalau soal jasa, saya tidak pada posisi posisi yang tepat untuk berbicara. Tetapi tidak ada salahnya kita memikirkan hal ini,” tandasnya.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here