Kejaksaan Periksa Mantan Kepala BPBD Kota Bekasi Terkait Korupsi Beras

Ilustrasi beras BULOG

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi berinisial HI diduga terlibat dalam kasus korupsi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Namun, hingga saat ini HI belum ditahan pihak kejaksaan negeri (Kejari) Kota Bekasi.

“Baru dua rekannya yang sudah kami tahan, Feri Santoso, dan Ahmad Dumiyati sejak Selasa (13/11) lalu,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Hermon Dekristo, Kamis (15/11).

Hermon mengungkapkan, HI saat ini bertugas di Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi. Pekan depan pihaknya akan menahan HI usai diperiksa sebagai tersangka.

Akibat perbuatan para tersangka, tahun 2016 negara dirugikan sebesar Rp886.500.000 dan 2017 sebesar Rp992.000.000. Adapun total kerugian sebesar Rp1.878.500.000.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korupsi tersebut dilakukan keduanya sejak 2016. Saat itu, BPBD Kota Bekasi mengajukan permohonan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada Perum Bulog di Karawang. Tindakan itu diklaim sebagai tindak lanjut penerbitan surat siaga bencana darurat oleh Wali Kota Bekasi.

Kemudian pelaku, Feri, melengkapi surat permohonan dengan melampirkan data korban bencana banjir termasuk surat penetapan siaga bencana. Kemudian surat itu dikirim ke Perum Bulog Karawang. Tak lama permohonan itu akhirnya disetujui.

Kedua pelaku, Ahmad Dumiyati dan Feri Santoso mencairkan beras cadangan itu di gudang baru warung Bongkok Cibitung. Beras yang diberikan sebanyak 100 ton. Namun, hanya 13.425 kilogram yang disalurkan ke korban bencana banjir. Sisanya, sebanyak 86.575 kilogram dijual oleh Feri bersama rekan-rekanya.

Tak sampai di situ, pelaku ternyata menggunakan uang penjualan beras untuk biaya operasional pendistribusian beras, dibagikan pada relawan, hutang kegiatan sekretariat, pembayaran hutang pada pedagang beras dan sisanya untuk keperluan pribadi Feri dan Kepala BPBD HI (pada saat itu).

Peristiwa tersebut kembali diulangi pada 2017. Saat itu, atas perintah mantan Kepala BPBD Kota Bekasi, HI, Feri melakukan hal yang sama. Setelah diselidiki ternyata Wali Kota Bekasi tidak pernah mengeluarkan surat siaga bencana. Melainkan surat itu dibuat sendiri oleh Feri dengan cara dipindai dan dibuat seperti aslinya.

“Ada 41 saksi yang sudah kami periksa,” kata Hermon.

Hermon menyebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Saat ini penyidik tengah menggeledah gudang Bulog di Cibitung serta kantor Bulog di Karawang, Jawa Barat.

“Pedagang yang sengaja membeli atau menjual beras akan kita dalami perannya, bila ada unsur kesengajaan dan dia tahu beras tersebut milik Bulog maka mereka akan kami jerat,” tandas dia.

Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat hukum berlapis pertama UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Ancaman penjaranya di atas lima tahun.

Editor: Idul HM

Previous articleBPS: Pemerintah Perlu Benahi Neraca Jasa
Next articleLangkahi Makam, BPN Yakin Sandi Minta Maaf ke Keluarga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here