Pemerintah Diminta Pertimbangkan Aspek Tenaga Kerja Saat Naikkan Cukai Rokok

Jakarta, PONTAS.ID – Kenaikan tarif cukai sudah semestinya berada di tingkat moderat yaitu tidak lebih dari 10%. Pasalnya, jika pemerintah mengangkat tarif cukai lebih tinggi dari itu, diyakini industri hasil tembakau (IHT) akan terus mengalami kemunduran dan berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat serta investasi di Indonesia.

Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengungkapkan, dengan tingkat kenaikan sebesar itu saja, sedianya industri hasil tembakau dalam negeri sudah mengalami penurunan penjualan 1%-3% pada tahun lalu.

Hal itu tentu saja berdampak pada korporasi sekelas Sampoerna sekalipun.

“Kenaikan cukai kan setiap tahun terjadi yang otomatis berpengaruh pada penjualan. Tentu kami terdampak. Pada 2014 lalu, kami memutuskan menutup dua pabrik,” ujar Mindaugus di kantornya, Selasa (30/10).

Penutupan pabrik dilakukan karena perusahaan tidak ingin memangkas jumlah tenaga kerja. Mindaugus mengatakan pihaknya lebih memilih mengorbankan aset atau profit perusahaan.

“Kalau perusahaan besar mungkin masih bisa bertahan dengan cara-cara seperti itu untuk mengantisipasi penurunan yang terjadi,” tuturnya.

Serapan jumlah tenaga kerja yang teribat dalam IHT tercatat memang sangat besar. Mulai dari petani tembakau, pedagang, sampai pekerja pabrik. Setidaknya, 35 juta orang berada di lingkaran industri tersebut.

Sampoerna sendiri, hingga saat ini, menyerap hingga lebih dari 67 ribu tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

Maka dari itu, setiap putusan kenaikan cukai, di samping memperhitungkan pendapatan negara dan kesehatan masyarakat, harus dipertimbangkan juga aspek penyerapan ketenagakerjaan di dalam negeri.

“Harus ada keseimbangan antara tiga aspek itu dan kami melihat, jika kenaikan masih di angka 10%, itu masih bisa ditoleransi,” lanjutnya.

Editor: Idul HM

Previous articleNovember 2018, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Turun
Next articleInvestor Uni Eropa Diharapkan Kembangkan EBT di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here