Jakarta, PONTAS.ID – Empat tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengubah pola pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas, dan berada pada jalur pembangunan yang tepat.
“Saya mengutip pernyataan sebuah teori ekonomi yang dipakai oleh World Economic Forum, bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang manfaatnya tersebar merata,” kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Dedek Prayudi, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.id, Selasa (23/10/2018).
Kesimpulan ini lanjut Prayudi, berkat program-program pro rakyat, seperti dana Bantuan Sosial, Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kredit Usaha Rakyat dan Bantuan Siswa Miskin.
“Sekarang rakyat miskin ikut merasakan buah manis pembangunan, seperti gizi dan pendidikan bagi anak, modal usaha, hingga pelayanan kesehatan,” terang pria yang akrap disapa Uki ini.
Demikian halnya dengan program bagi-bagi sertifikat lahan sebesar lima juta hektar yang dilakukan pemerintahan Jokowi, lanjut Uki, terbukti meluluhlantahkan dominasi kepemilikan lahan oleh kelas tertentu, dan diberikan kepada rakyat kecil.
“Ini adalah buah manis komitmen politik Presiden kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” beber Juru Bicara Partai PSI ini.
Itu sebabnya lanjut Uki, pihaknya tidak heran saat BPS mencatat bahwa ketimpangan ekonomi menurun tajam selama empat tahun kepemimpinan Jokowi, dibandingkan 10 tahun kepemimpinan periode sebelumnya.
“Bank Dunia juga mencatat bahwa pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah adalah pertumbuhan kelompok penduduk paling cepat, dikarenakan masyarakat miskin dan rentan miskin yang terus ‘naik kelas’,” pungkasnya.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS




























