BPTJ Imbau TransJakarta Berbenah Karena Sering Kecelakaan

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan imbauan kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) untuk segera berbenah, dikarenakan armada bus mereka sering mengalami kecelakaan.

Kepala BPTJ Kemenhub, Bambang Prihartono mengingatkan bahwa maraknya kecelakaan yang dialami Bus TransJakarta selama hampir satu tahun terakhir ini, telah mendapat sorotan dari berbagai. Pihaknya pun mengaku akan mengevaluasi sistem operasional TransJakarta.

Dia juga menegaskan, bahwa dalam berlalu lintas, transportasi umum wajib memperhatikan dan mengutamakan keselamatan penumpang. Sehingga, pihak operator wajib bertanggung jawab untuk ikut mengentaskan masalah kemacetan di DKI Jakarta.

“Jadi gini, prinsip bertransportasi adalah mengutamakan keselamatan. Ini menjadi sangat penting diperhatikan (oleh PT TransJakarta),” kata Bambang di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Lebih lanjut dia lantas menyarankan kepada pihak PT TransJakarta, untuk berbenah dengan membuat kebijakan baru guna menekan angka kecelakaan. Bambang pun menekankan harus ada masukan saran kepada para operator PT TransJakarta.

“Harus ada masukan kepada Transjakarta. Ini PR mereka. Menjadi keharusan mereka (berbenah),” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dirilis dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sepanjang Januari hingga September 2018, moda transportasi Bus TransJakarta mengalami 44 kali kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di 11 koridor rute perjalanan.

Akibatnya, kerugian yang dialami PT Transjakarta ditaksir mencapai 121 juta rupiah. Tak hanya itu, sebanyak 59 orang penumpang menjadi korban kecelakaan, 6 di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono berkomentar bahwa kecelakaan Bus TransJakarta yang kerap terjadi belakangan ini, tidak semua disebabkan karena kesalahan dari si pengemudi bus.

“Ada beberapa yang karena menghindar karena ada mobil masuk busway, ada orang nyebrang, jadi sopir secara spontan menghindar,” tutur Budi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Terlebih lagi sejak kebijakan ganjil-genap mulai diberlakukan, kendaraan yang melintas semakin kencang. Terkadang, kata dia, kendaraan juga masuk area separator. Budi tidak menjelaskan kasus kecelakaan di mana yang dia maksud.

Meski demikian, Budi juga mengakui, beberapa kecelakaan disebabkan kelalaian sopir. Tetapi katanya, untuk urusan ini pihaknya akan bertindak tegas. Bahkan, sopir yang lalai bisa dipecat meski tidak mengalami kecelakaan.

“Kalau kejadian main HP, enggak usah kecelakaan, pasti sudah kita cut (pecat),” tukas dia.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here