Hutan Lebih Luas, Tapi Ekspor Furnitur RI Kalah dari Malaysia

Jakarta, PONTAS.ID – Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang furnitur didorong untuk meningkatkan ekspor produk ke Amerika Serikat. Sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, Indonesia semestinya mampu mengungguli Malaysia.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengungkapkan hal itu pada acara Sosialisasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekspor di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (18/10).

Saat ini posisi ekspor furnitur Indonesia ke Amerika menempati urutan ke-7 dengan nilai US$324,7 juta pada 2017. Sementara, Malaysia berada di posisi ke-6 dengan nilai ekspor US$342,9 juta.

“Kita masih kalah dengan Malaysia. Ini tantangan. Lihat data ini saya sedih loh, hutan kita lebih luas dari Malaysia,” kata Gati.

Ekspor Malaysia bisa lebih unggul dikarenakan proses produksi mereka yang lebih efisien. Sebagian besar industri furnitur di sana sudah menggunakan mesin.

Oleh karena itu, jika mau unggul Indonesia juga harus melakukan langkah yang sama. Direktorat Jenderal IKM telah memulai upaya menuju ke arah itu sejak 2009 melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan.

Gati menilai fasilitasi peremajaan sarana produksi itu sudah cukup. Ke depan tinggal memantapkan mental pelaku IKM melalui pelatihan-pelatihan. Utamanya pelatihan pemanfaatan teknologi informasi agar IKM dapat memperluas pemasaran.

“Sekarang sudah ada 3.450 IKM yang mengikuti program Smart IKM. Kami juga sudah bekerja sama dengan ruang guru untuk kegiatan pelatihan,” tuturnya.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here