Jakarta, PONTAS.ID – Politikus NasDem, Irma Suryani Chaniago menilai, rencana Kementerian Pariwisata membangun patung Presiden Jokowi di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus disambut baik.
Sebab, kata Irma, usulan itu muncul dari keinginan masyarakat setempat untuk menghidupkan destinasi wisata ‘Pohon Asam Jokowi’.
“Indonesia ini kan yang punya rakyat, kalo rakyat yang berkehendak kenapa harus ribut sih. Santai saja kali,” kata Irma
Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR ini meminta pihak yang mengkritik rencana tersebut untuk intropeksi.
Mengingat, rencana baik tersebut tidak merugikan siapapun, apalagi sampai mengganggu perekonomian Indonesia.
“Coba mereka (yang Kritik) baca baik-baik, itu keinginan siapa?,” tegasnya.
Jangan Lebay
Sebelumnya, Politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum layak dibuatkan patung.
Hal ini menyusula rencana Kementerian Pariwisata untuk membangun patung Presiden Jokowi di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jangan lebay, pak Jokowi bukan pahlawan. Masih banyak tokoh di seluruh Indonesia yang jasanya besar tidak minta dibikinin patung,” kata Riza
“Apalagi masih hidup, itu harusnya nolak. Itu kan pamrih. Kalau baik dan bijaksana itu kan enggak mau dibikinin patung,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan, Jokowi merupakan presiden yang masih minim prestasi. Bahkan, kata dia, cenderung ingkar janji dengan program Nawa Cita, yakni menekan angka impor dan menguatkan nilai tukar rupiah.
“Ini kan baru empat tahun. Pak SBY 10 tahun mimpin negeri enggak dibikin patung, bu Mega, Gus Dur juga demikian,” imbuhnya.
Patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan bakal dibangun Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu dikemukakan Kepala Biro Humas Kementerian Pariwisata Guntur Sakti. Ia mengklaim, rencana tersebut muncul dari keinginan masyarakat setempat untuk menghidupkan destinasi wisata ‘Pohon Asam Jokowi’.
“(Itu) Keinginan dari kepala desa dan masyarakat setempat termasuk Pak Bupati. Jadi untuk memperkuat positioningnya destinasi digital yang sedang mereka bangun itu. Selain ada pohon asam Pak Jokowi, mereka ingin juga menghadirkan (patung) Pak Jokowi untuk menjadi daya tarik orang ingin datang ke sana,” kata Guntur, Sabtu (6/10/2018).



























