Mendag Ajak Pelaku Usaha Indonesia-Swiss Manfaatkan IE-CEPA

Zurich, PONTAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengajak para pelaku usaha Indonesia dan Swiss untuk memanfaatkan Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) menjelang kesepakatan tersebut diselesaikan.

Hal tersebut disampaikan Enggar saat memberikan sambutan pada Forum Bisnis Indonesia-Swiss di Zurich, Swiss, sebagai lanjutan rangkaian misi dagang pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Negara Swiss dan Spanyol.

“Setelah perundingan IE-CEPA difinalisasi, diharapkan para pebisnis dari kedua negara dapat langsung memanfaatkan kesepakatan tersebut. Pelaku usaha akan menuai keuntungan dari IE-CEPA,” kata Enggar dalam siaran pers Kemendag, Kamis (4/10/2018).

Pada kesempatan ini Mendag menyampaikan perkembangan terbaru produk sawit di Uni Eropa. Sektor sawit secara signifikan telah berperan pada perekonomian Indonesia dan menjadi sumber pendapatan bagi 5,3 juta pekerja serta berdampak terhadap hajat hidup 21 juta rakyat Indonesia.

Terkait Kontribusi sawit terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah memahami hal yang menjadi perhatian Eropa akan sustainability produk sawit Indonesia.

“Komitmen dan tantangan dari Eropa untuk produk sawit berkelanjutan telah dijawab Pemerintah Indonesia dengan mengeluarkan moratorium kelapa sawit. Presiden Joko Widodo telah menandatangani Inpres No.8 pada 13 September 2018 mengenai Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit,” ujar Enggar.

Forum Bisnis Indonesia-Swiss membahas upaya peningkatan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein). Forum Bisnis ini dibuka juga oleh Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Lichtenstein Muliaman Hadad, dan dihadiri Head of International Relations, Economie Suisse Jan Atteslander, dan Kepala Hubungan Ekonomi Bilateral Sekretaris Negara untuk Hubungan Ekonomi Erwin Arjuna Bollingerrs.

Narasumber pada forum bisnis ini adalah Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan, Kadin Swiss-Asia (SACC) Jesse Ng, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Indonesia Iman Pambagyo, Pendiri/CEO E-kollektion Ernesto Sturzenegger, dan Pendiri/CEO Livingdreams Nicole Hoch.

Forum Bisnis Indonesia-Swiss adalah upaya peningkatan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Swiss agar lebih erat lagi. Saat ini terdapat lebih dari 150 perusahaan Swiss yang berinvestasi di Indonesia dan menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Melalui forum bisnis ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pengusaha dari kedua negara, serta menjadi sarana untuk menyampaikan kondisi perekonomian terkini,” tutur Enggar.

Di sela pembukaan forum bisnis Mendag mengajak para peserta mengheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk para korban bencana tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Mendag juga berterima kasih kepada Pemerintah Swiss yang telah membantu penanganan pasca bencana dengan mengirimkan tim ke lokasi untuk penanganan korban dan pembersihan puing.

Selain forum bisnis, pada kesempatan ini Mendag juga membuka Business Matching Indonesia-Swiss. Business matching merupakan pertemuan one on one antara pelaku usaha Indonesia dan Swiss secara langsung. Dalam pertemuan ini pelaku usaha kedua negara dapat bernegosiasi langsung dan dapat segera melakukan kerja sama perdagangan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag, Arlinda menyampaikan pelaku usaha Indonesia yang turut serta dalam misi dagang di Swiss kali ini datang dari sektor kelapa sawit, produk tekstil dan garmen, kopi, perhiasan, produk kertas, cangkir roti dan serbet kertas, serta topi koki higienis.

“Misi dagang menjadi salah satu cara penetrasi pasar ekspor yang dapat meningkatkan volume perdagangan lebih cepat karena para pelaku usaha dapat bertemu dengan mitranya secara langsung,” ungkap Arlinda.

Misi Dagang ke Swiss dan Spanyol yang dilaksanakan pada 1-4 Oktober 2018 merupakan rangkaian kegiatan untuk mempercepat penyelesaian perundingan IE-CEPA serta upaya mempromosikan produk Indonesia khususnya kelapa sawit di Uni Eropa.

Misi dagang juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018. TEI adalah tahap selanjutnya untuk mengenal lebih jauh dan secara langsung dapat membuka jalan akan produk-produk ekspor unggulan Indonesia di pasar Eropa, khususnya Swiss dan Spanyol.

“Kemendag mengundang para Buyer untuk hadir pada TEI 2018 dan diharapkan misi dagang ini menjadi langkah awal akan lebih banyak lagi transaksi bisnis antara Indonesia dengan EFTA dan Uni Eropa di masa mendatang,” ujar Arlinda.

Diaspora Indonesia di Swiss

Pada hari yang sama, Mendag juga menghadiri pertemuan dan makan malam bersama diaspora Indonesia yang berada di Swiss. Pada pertemuan ini, Mendag mengajak para diaspora khususnya pelajar yang ada di Swiss untuk membangun Indonesia.

“Diaspora yang ada di Swiss adalah duta besar Indonesia yang diharapkan dapat mencerminkan budaya dan sikap masyarakat Indonesia. Mahasiswa Indonesia yang sedang tugas belajar diharapkan dapat kembali ke tanah air karena negara membutuhkan tenaga terampil untuk membangun Indonesia,” pungkas Enggar.

Editor: Risman Septian

Previous articlePeringati Hari Batik Nasional, BNI Syariah Adakan Lomba Foto
Next articleSerapan Anggaran Pemprov DKI Rendah, Ini Jawaban Anies