Jakarta, PONTAS.ID – Abraham Lunggana atau akrab disapa Lulung resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, dalam rapat paripurna pemberhentian anggota dewan yang mengajukan pengunduran diri, di DPRD DKI, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Saat mengemban jabatan Wakil Ketua DPRD DKI, Lulung adalah politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun dalam tahapan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, dia justru maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Oleh karena itulah Lulung lantas mengundurkan diri dari DPRD DKI. Surat pengunduran dirinya pun telah diterima Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi beberapa waktu yang lalu. Dan sebagai gantinya, DPRD DKI pun mengesahkan nama Ichwan Zayadi yang telah diusulkan oleh PPP.
Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana atau akrab disapa Sani yang memimpin jalannya rapat paripurna tersebut, menjelaskan bahwa surat dari Fraksi PPP diterima pada 20 September 2018 tentang pemberhentian dari DPRD juga penetapan perubahan Wakil Ketua DPRD DKI.
“Kami sampaikan usul pemberhentian saudara Lulung sebagai Wakil Ketua DPRD DKI, dan mengumumkan penetapan Ichwan Zayadi untuk diusulkan pengangkatan ke Mendagri sebagai Wakil Ketua DPRD DKI sisa masa jabatan tahun 2014-2019,” kata Sani, Kamis (4/10/2018).
Usai ditetapkan sebagai pengganti Lulung untuk memangku jabatan Wakil Ketua DPRD DKI, Ichwan mengaku akan segera berkunjung menemui Lulung, dalam rangka bersilahturahmi dan membangun komunikasi terkait Jakarta dan tupoksinya.
“Belum sih, tapi nanti kami akan sowan. Saya akan segera sowan (ke Lulung) ya,” ujar Ichwan ditempat yang sama.
Dalam diskusi partai di tingkat Dewan Perwakilan Wilayah (DPW), Ichwan tidak mengetahui bahwa dirinya sempat diperbincangkan untuk menggantikan Lulung. Ichwan mengaku langsung ditunjuk oleh DPW PPP DKI Jakarta.
“Saya langsung ditunjuk oleh ketua DPW sendiri, dan itu dari partai, ada petunjuk juga dari DPP,” tuturnya.
Lebih lanjut Ichwan mengatakan, bahwa dalam posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI nanti, dirinya akan tetap mengkritisi kebijakan Gubernur DKI, Anies Baswedan yang tidak pro dengan rakyat. Namun jika kebijakan yang diambil untuk kepentingan rakyat, maka kebijakan itu akan didukungnya.
“Ya tetap kami harus mendukung program Pemprov DKI yang baik ya. Kalau yang tidak sesuai dengan program-program dan tidak bermanfaat untuk masyarakat, ya kami tetap kritisi,” tegas dia.
Ichwan menyatakan akan sabar menunggu surat penetapan dari Kemendagri. Dia menyampaikan proses di Kemendagri tidak akan lama hanya memakan waktu sekitar 1-2 minggu.
“Ya suatu kehormatan ya. Jadi saya langsung ditunjuk saja ini. Mungkin karena buah dari istiqomah kami di partai,” pungkasnya.
Editor: Risman Septian




























