
Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menegaskan Pemilu 2019 mendatang seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan visi misi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.
“Kami prihatin cerita bu Ratna Sarumpaet hampir saja memutuskan silaturohim antar perempuan hanya karena perbedaan cara pandang,” kata Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ida Fauziah, di Media Center Tim Kampanye Nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin, Jl. Cemara No.19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).
TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada dasarnya tidak ingin membahas lebih dalam terkait kebohongan Ratna Sarumpaet, lantaran Pemilu mendatang kata Ida, menjadi momen keterlibatan perempuan dalam pesta demokrasi yang penuh keindahan.
“Mari kita berpemilu dengan riang gembira menjauhkan hoax dan jauhkan fitnah. Jari dan mulutmu adalah harimaumu. Gunakan jari bermedsos dengan bijak. Gunakan kemajuan teknologi demi pemersatu. Perbedaan pendapat biasa namun jauhkan dari fitnah dan hoax,” imbuhnya.
Meski sedih dengan kejadian ini, pihaknya lanjut Ida, berharap kasus ini menjadi pendidikan agar lebih bijak dalam berdemokrasidan menjadi pelajaran untuk tetap kembali ke jalan pesta demokrasi yang benar dan bukan pesta saling membenci dan mencacimaki.
“Saya melihat kebohongan ini di blow up dipolitisasi menjadi berita hoax, dampaknya bagi kita perempuan di semua lini menjadi terkoyak, makanya kita dgn serius melawan hoax. Kita berharap perempuan menjadi agen pendamai dan pemberitaan yang benar,” pungkasnya.
Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak
























