Jakarta, PONTAS.ID – Sekretaris daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) Yan Megawandi mengatakan tidak mengetahui banyaknya ponton tambang inkonvensional (TI) yang beroperasi di perairan Tanjung Bunga, Sampur hingga Batu Belubang.
“Saya enggak tahu persis peruntukannya untuk apa, saya kira pemerintah enggak bisa melakukan terlalu banyak kalau tidak ada keterlibatan masyarakat, dan pihak terkait, yang tahu tanya Pak Suranto (Kadis ESDM),” kata Yan, di sela-sela penanaman 2000 pohon mangrove CSR Pertamina Depo Pangkalbalam.Kamis (27/9).
Mangrove ditanam, namun juga terjadi eksploitasi tambang. Yan pun menegaskan pada dasarnya kegiatan pertambangan tak lepas sebagai kegiatan yang merusak tetapi saat ini sedang digalakkan pertambangan yang baik.
“Idiom tambang best mining practices, kegiatan tetap merusak tetapi kita berupaya mengeliminasi sehingga menjadi tolak ukur apakah punya kepedulian terhadap lingkungan atau tidak, belakangan dikembangkan teknologi ramah lingkungan, menjaga supaya kualitas lingkungan tetap terjaga meskipun ditambang,” tuturnya.
Pada Oktober mendatang, kata dia, KPK memanggil semua sekda, kepala Bappppeda dan ESDM yang langsung menangani lingkungan untuk ekstraksi pertambangan. Hal itu berkaitan dengan dampak negatif pertambangan pada lingkungan, disamping dampak positifnya.
Sementara itu, Kepala ESDM Babel Suranto Wibowo terlihat berkelit ketika diburu wartawan menanyakan perihal tambang ini.
“Ya ilegal itu, tapi kita lihat wilayahnya dulu pakai GPS kalau sekarang enggak bisa,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah semua tambang yang ada ilegal, Suranto tak berani memastikan, karena menurutnya bisa saja ada tambang yang dikerjasamakan dengan sistem Ponton Isap Produksi (PIP).
“Tidak pasti semua (ilegal), bisa saja kalau di Bateng bisa ada PIP. Ya kan,” ujarnya.
Saat ditanyakan lebih lanjut apakah akan ada penindakan terhadap tambang ilegal ini, Suranto mengalihkan pembicaraan dan meminta untuk ditanyakan kepada aparat berwenang.
“Penindakan, jangan saya, tanyakan nanti pak polisi,” tukasnya berlalu.
Editor: Idul HM

















