Terancam Tak Masuk Dua Besar, Golkar Bakal Perbaiki Elektabilitas

Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus saat memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (29/6/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut
Partai Golkar terancam tak bisa masuk posisi dua besar pada pemilu 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus menilai adanya hasil survei itu harus menjadi bahan evaluasi.

“Kalau menurut Golkar kurang bagus, maka itu menjadi pecut agar kami bangun, bangun menyikapi hasil survei tersebut,” kata Lodewijk, Jumat (14/9/2018).

Lodewijk mengatakan masih ada waktu hingga April 2019 untuk memperbaiki elektabilitas Golkar. Namun, menurutnya kekuatan Golkar bukan berasal dari responden survei, melainkan jaringan pemilih loyal di daerah.

“Secara tradisional kekuatan Golkar bukan di situ, bukan diwakili 1.200 orang (responden), tapi kekuatan Golkar ada di jaringan,” ujar pria yang pernah menjabat Komandan Jenderal Kopassus saat masih berkarier di TNI AD tersebut.

Selain itu, Lodewijk juga menanggapi terkait penurunan elektabilitas Golkar akibat banyak kader yang tersangkut kasus korupsi. Lodewijk mengakui hal itu tidak dapat dihindari.

“Kalau memang itu ya mari menjadi pecut buat kita supaya tidak melakukan tindakan koruptif. Kalau ada tindakan koruptif pasti merugikan partai,” kata pensiunan jenderal bintang 3 tersebut.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, Golkar hanya menempati posisi ketiga dengan perolehan suara 11,3 persen. Torehan itu lebih rendah dibanding hasil Pileg 2014 yang mencapai 14,75 persen suara.

Penurunan itu ditengarai akibat rangkaian kasus korupsi yang dilakukan kader dan ketiadaan sosok capres maupun cawapres dari Golkar.

Padahal, sejak 1999 Golkar selalu menempati posisi pertama atau kedua. Pada 1999 Golkar menempati posisi kedua dengan 22,4 persen suara, pada 2004 menjadi pemenang dengan torehan 21,6 persen suara, pada 2009 dan 2014 menjadi runner-up dengan suara 14,5 dan 14,8 persen.

Previous articlePemilih Berusia 17 Tahun Bakal Diberi Perlakuan Khusus
Next articlePara Ulama Didukung Bisa Berdakwah di Daerah Maksiat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here