DPR Desak Pemerintah Tangani Dolar yang Meroket

A teller counts Indonesian rupiah notes next to US dollar notes at a currency exchange point in Jakarta on July 19, 2012. Indonesia's weakening rupiah and widening current account deficit are raising concerns about Southeast Asia's largest economy, which is struggling against contagion from the global crisis. AFP PHOTO / ROMEO GACAD

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengaku khawatir terhadap kondisi ekonomi Indonesia pasca nilai tukar rupiah terjun bebas menyentuh angka Rp 15 ribu/U$.

Agus pun mendesak pemerintah serius menangani situasi ini, dengan mengatur strategi yang matang dan tidak bersifat sesaat.

“Ini perlu perhatian kita semua, terutama pemerintah. Dalam hal ini, Kementerian yang berada di luar maupun sektor itu harus betul-betul peduli karena masalah kurs mata uang asing terhadap rupiah ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (5/9/2018).

Politisi Demokrat ini menyebut, ada dua faktor yang menyebabkan rupiah jeblok. Yaitu, faktor internal dan eksternal.

Agus menyebut faktor eksternal adalah karena dampak dari kebijakan pemerintah AS. “Tapi intern-nya kita memang banyak membutuhkan dolar,” ucapnya.

Karenanya, Agus meminta pemerintah untuk mengurangi penggunaan dolar sebagai alat pembayaran. Salah satunya, menurut Agus, dengan mengurangi impor.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot. Hal ini terjadi karena tingginya permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor dan yang paling tinggi dan menyebabkan defisit adalah impor migas.

Previous articlePrabowo Sebut Utang Naik Rp 1 T Per Hari, Begini Respon Koalisi Jokowi
Next articleDPR Minta MK dan MA Duduk Bersama Putuskan soal Uji Materi UU Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here