Soal Eks Napi Korupsi Lolos Bacaleg, Fadli Zon: Bawaslu Harus Adil

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengkritik Bawaslu karena meloloskan lima mantan napi kasus korupsi sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) 2019.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, keputusan Bawaslu tersebut tidak adil. Sebab, tidak semua eks koruptor yang lolos menjadi bakal caleg pada masa pendaftaran lalu.

“Jadi harus berlaku adil. Kalau boleh, boleh semua. Kalau tidak boleh, ya tidak boleh semua. Saya kira ini yang harus tegas karena kalau ada yang satu boleh, yang lain tidak boleh ini jelas ketidakadilan,” ujar Fadli di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Di sisi lain, lanjut Fadli, pelarangan soal napi eks koruptor menjadi bacaleg seharusnya diatur juga dalam undang-undang. Demikian, aturan tersebut akan berlaku secara menyeluruh bagi bacaleg.

Kata dia, saat ini, aturan pelarangan eks koruptor menjadi bacaleg belum bersifat tegas karena hanya diatur dalam Peraturan KPU.

“Dan ini harus ada aturan yang jelas. Aturan itu diatur oleh UU, kemudian ada aturan lain,” ucap Fadli.

“Saya kira semangat dari KPU untuk masalah caleg yang pernah terlibat korupsi itu semangat yang bagus. Tapi kan harus ada kuat dukungan dari peraturan yang ada di atasnya,” tambah dia.

Tambahan informasi, Bawaslu meloloskan lima eks koruptor sebagai bakal caleg. Mereka berasal dari Rembang, Pare-Pare, Aceh, Tana Toraja, dan Sulawesi Utara.

Pada masa pendaftaran bacaleg, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU. Kelimanya lantas mengajukan sengketa pendaftaran ke Bawaslu dan Panwaslu setempat.

Hasil sengketa menyatakan ketiganya memenuhi syarat (MS). Keputusan Bawaslu meloloskan mantan napi korupsi sebagai Bacaleg lantaran mereka mengklaim berpedoman pada UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, bukan pada PKPU nomor 20 tahun 2018.

Editor: Risman Septian

Previous articlePemain Terbaik Eropa 2018, Luka Modric Kalahkan Christiano Ronaldo
Next articleBahas Pemenangan Pilpres dan Pileg 2019, PDIP Gelar Rakornas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here