Prasetio: Baru 10 Bulan, Kerja Sandiaga Belum Kelihatan

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku sulit membandingkan pidato pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI, dengan Joko Widodo (Jokowi) saat dulu mundur sebagai Gubernur.

Prasetio, diketahui telah dua kali memimpin rapat pengunduran diri kepala daerah karena maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres). Tahun 2014, Jokowi saat itu mundur karena Pilpres 2014. Dan kali ini, giliran Sandiaga yang mundur karena maju dalam Pilpres 2019.

“Susah membedakannya (pidato antara Jokowi dan Sandiaga) ya. Karena ketika itu Pak Jokowi sudah 2 tahun kerja, dan masyarakat tersentuh. Kalau ini kan baru 10 bulan, kita belum melihat kerjanya,” kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (27/8/2019).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun menceritakan, pada saat Jokowi membacakan pidato pengunduran dirinya dulu, salah satu yang dibahas adalah tentang apa saja keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selama dua tahun dipimpinnya.

Tapi untuk Sandiaga, Prasetio menilai mungkin bakal cawapres pasangan Prabowo Subianto itu belum bisa banyak menceritakannya, karena baru 10 bulan menjabat. Dia pun berharap wakil gubernur yang baru nanti bisa melanjutkan tugas-tugas yang ditinggal Sandiaga.

“Mudah-mudahan dengan dia mengundurkan diri, pemberhentian ini, nanti penggantinya mungkin bisa melaksanakan tugasnya Pak Sandi. Gitu saja,” ujar Prasetio.

Mengenai nama pengganti, Prasetio mengatakan tidak mau ikut campur. Sebab hal itu menjadi kewenangan partai pengusung. Namun Prasetio menginginkan agar pengganti Sandi merupakan sosok yang mengerti permasalahan di Jakarta.

“Yang kriteria dulu ya yang mengerti Jakarta, yang kedua meneruskan apa yang visi, misinya Sandiaga Uno di dalam pilkada kemarin harus nyambung,” tutup Prasetio.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here