ICP DAS Dukung Pengembangan Otomasi Industri di Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Dunia sedang memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut Industri 4.0. Era ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet (internet of things/IoT).

Indonesia pun bertekad mengimplementasikan Industri 4.0 guna membangun industri yang berdaya saing global. Komitmen itu ditandai dengan peluncuran ‘Making Indonesia 4.0’ oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018, sebagai sebuah peta jalan dan strategi Indonesia memasuki era digital saat ini.

Melihat komitmen itu, ICP DAS, pengembang teknologi otomasi industri terkemuka yang berbasis di Taiwan, berupaya untuk mendukung Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0, sehingga siap untuk bersaing dengan negara-negara lain yang ada di dunia ini.

Dengan keuunggulannya dalam sistem IoT, ICP DAS akan memastikan komunikasi antar perangkat tidak terhalang, dan transmisi informasi tidak terhalang. Data produksi front-end dapat diandalkan dikirim ke back-end dan sistem ERP untuk manajer fasilitas untuk membuat keputusan produksi terbaik.

Disini, ICP DAS mengembangkan berbagai produk komunikasi untuk memastikan akses terhadap cloud dan end data. ICP DAS pun juga mengembangkan beberapa produk repeater dan pengontrol, serta mengembangkan solusi nirkabel yang beragam berdasarkan teknologi yang berbeda seperti Wi-Fi, Bluetooth, ZigBee, 3G/4G/5G, LoRa, dan NB-IoT.

Selain itu, produk ICP DAS Fieldbus mendukung PROFIBUS, DeviceNet, HART, PROFINET, EtherCAT, M-Bus, CANopen, J1939 dan protokol komunikasi terdiversifikasi lainnya. Kelengkapan produk berada di atas industri, yang berarti memastikan bahwa peralatan produksi dan sensor yang berbeda dapat terintegrasi dan berkomunikasi satu sama lain. ICP DAS telah berhasil mendapatkan pengakuan dunia di bidang kontrol industri dan otomasi.

ICP DAS saat ini aktif bekerja dengan beberapa distributor lokal untuk menjajaki peluang penjualan dari sistem Integrator, perusahaan dan pabrik yang mencari solusi teknologi otomasi industri, pabrik pintar, manufaktur pintar, pembangunan pintar dan manajemen energi di Indonesia.

Untuk menjangkau lebih banyak klien industri lokal, distributor mengadakan seminar di kawasan industri untuk secara langsung memperkenalkan dan menghadirkan demonstrasi produk dan solusi di hadapan pelanggan potensial.

“Produk ICP DAS bermanfaat bagi negara-negara dengan industri manufaktur dan sumber daya alam yang melimpah seperti di Indonesia,” kata Wakil Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran Internasional ICP DAS, Joyce Yeh dalam siaran persnya, Selasa (21/8/2018).

Target aplikasi utama ICP DAS adalah perusahaan dan pabrik yang memiliki permintaan peralatan dan solusi terintegrasi untuk meningkatkan pabrik, meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, memungkinkan otomatisasi lebih banyak, dan meningkatkan overall equipment effectiveness (OEE).

Selain itu, produk ICP DAS dapat diterapkan secara lebih luas, seperti di bidang pertanian pintar/perikanan/peternakan unggas/transportasi, manajemen energi atau pembangunan pintar. Distributor lokal ICP DAS di Indonesia telah menerapkan produk dan solusi ICP DAS ke dalam biro kereta api lokal, pabrik otomotif dan BTS, dan lain-lain.

Lebih lanjut Joyce mengungkapkan, bahwa di Taiwan saja administrasi perkeretaapiannya menggunakan sistem pemantau rel ICP DAS, yang mempelajari pola perpindahan jalur kereta api yang berbeda selama operasi.

Dengan pengumpulan data sensor dan kontrol otomasi real-time, ketersediaan alat dapat dipantau dan dikelola untuk meningkatkan efisiensi operasional atau untuk menggunakan teknologi pengukuran konsumsi daya, manajemen permintaan daya, dan pemberitahuan alarm, perusahaan dan pabrik dapat memantau operasi dan mengumpulkan data ke mengevaluasi dan konsumsi daya yang salah dan permintaan untuk meningkatkan produktivitas manufaktur.

Contoh lain, ICP DAS juga telah memberi solusi kepada klien Israel yang menggunakan peralatan mesin dalam lingkungan otomatis. Jika pemotong pecah di tengah malam, mesin akan langsung mengirim peringatan ke perangkat pintar operator, sehingga situasinya dapat segera ditangani.

Atau, kolam renang umum yang dibuka pada pukul 5 pagi, yang mengharuskan operator untuk tiba di sana pada pukul 4.30 pagi untuk menambahkan disinfektan. ICP DAS mengotomatisasikan seluruh proses, untuk membuat hidup menjadi lebih mudah bagi staf kolam renang tersebut.

ICP DAS bertujuan untuk mengeksplorasi lebih banyak kolaborasi dengan distributor, untuk membantu lebih banyak perusahaan dan pabrik lokal dalam mewujudkan target industri 4.0 dengan teknologi IOT. ICP DAS cukup terdepan di bidang ini, dan sekarang berusaha untuk meniru keberhasilannya di Taiwan, pada bagian lain dari benua Asia.

“Di masa depan, kami percaya bahwa otomatisasi dan manajemen cerdas yang didukung oleh koneksi internet akan menjadi tren dan kami yakin bahwa akan semakin banyak aplikasi yang muncul di Indonesia,” tutur Joyce.

Editor: Risman Septian

Previous articleKebut Rehabilitasi Dampak Gempa Lombok, Begini Strategi Pemerintah
Next articleParipurna Pengunduran Diri Sandiaga Uno Digelar Senin Depan