Jakarta, PONTAS.ID – Koalisi Prabowo-Sandiaga menilai wajar jika Ketua MPR Zulkifli Hasan melayangkan kritik ke pemerintah dalam pidato yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi.
“Hal yang wajar kan beliau Ketua MPR, harus menyampaikan aspirasi rakyat,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.
Menurut Andre, sebagai Ketua MPR, Zulkifli memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Sidang tersebut, kata Andre, merupakan kesempatan bagi Zulkifli untuk menyampaikan langsung kepada Jokowi.
“Karena selama ini kan mungkin Bang Zul kan udah sering ketemu presiden, sering menyampaikan, ini mungkin ya, tapi kan tetap nggak ada perbaikan. Jadi Bang Zul menyampaikan aspirasi masyarakat ini, bagaimana harga kebutuhan rumah tangga tinggi, bagaimana sekarang pengangguran tinggi, susah nyari kerja. Jadi saya rasa hal yang wajar,” tuturnya.
Andre juga menilai Zulkifli tak salah tempat. Menurutnya sidang tahunan MPR juga tempat yang tepat untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Apa Bang Zul sebagai Ketua MPR diem gitu melihat sekarang emak-emak menjerit dengan ekonomi yang melejit,” kata Andre.
Lebih lanjut, Andre juga sepakat dengan kritik yang dilayangkan Zulkifli itu. Menurutnya, saat ini perekonomian Indonesia memang tengah sangat menurun.
“Apalagi pemerintah sekarang lagi sibuk atau alias asik bermain akrobat statistik yang berbeda dengan kenyataan. Pemerintah bilang kemiskinan turun, pemerintah bilang pengangguran turun tapi nyatanya kan nggak,” ujarnya.
“Jadi sudah tepat Bang Zul menyampaikan ini di Sidang MPR agar pemerintah benar-benar serius bekerja keras, bukan hanya sebatas pencitraan atau sekedar akrobat statistik biar. Bukan angka statistik berbeda dengan realitas di lapangan, gitu,” lanjut Andre.
Suara Rakyat
Hal senada juga dikatakan Partai Demokrat memuji kritik disampaikan Zulkifli Hasan kepada Jokowi dihadapan Presiden Jokowi.
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut kritik yang disampaikan Zulkifli merupakan suara rakyat. Kritik itu juga berdasarkan fakta.
“Apa yang disampaikan oleh Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR adalah suara rakyat sesungguhnya,” ujar Ferdinand.
Ferdinand mengatakan yang disampaikan Zulkifli sesuai dengan realitas yang ada. Apalagi kritik tersebut juga merupakan titipan dari rakyat Indonesia, khususnya emak-emak. Dia malah tak sepakat dengan pencapaian pemerintah soal Freeport hingga Blok Rokan dari asing.
“Semua yang disampaikan oleh Zulkifli Hasan adalah kebenaran yang memang tampak terbalik dengan klaim-klaim yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya,” katanya.
“Pesan emak-emak terkait harga, pengelolaan utang yang memprihatinkan adalah masalah nyata yang musti dapat perhatian khusus dari pemerintah. Tidak baik Jokowi memuji diri berhasil sementara realitas di tengah publik tidak demikian,” lanjut Ferdinand.
Terkait banyaknya pihak yang menilai apa yang disampaikan Zulkifli tak pada tempatnya, Ferdinand tak sepakat. Menurutnya, DPR dan MPR adalah ruang berpolitik.
“Ini realitas politik. DPR MPR itu ruang politik. Apa bedanya dengan kritik Zulkifli Hasan dengan pujian klaim keberhasilan Jokowi dalam pidatonya? Ini kan sama saja, jadi tidak ada masalah, tidak ada yang salah. Justru tempatnya sudah benar di rumah rakyat, rumah politik,” kata Ferdinand.
Sebelumnya diberitakan, Zulkifli memberi sejumlah kritik kepada pemerintahan Jokowi. Ketum PAN itu berbicara banyak soal kebijakan ekonomi.
“Yang perlu dicermati adalah jumlah beban utang pemerintah yang mencapai tidak kurang dari Rp 400 T pada 2018. Jumlah ini setara dengan 7 kali dana yang diberikan ke desa-desa atau 6 kali dari anggaran kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Ini sudah di luar kewajaran dan kemampuan negara untuk membayar,” jelas Zulkifli.




























