Alih Fungsi lahan dan Kurangnya Minat Ancaman Serius Pertanian Maros

H. Muhammad Nur, (Foto: Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Menurunnya Minat untuk Sektor Pertanian  setiap tahunnya di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi selatan dinilai M Nur harus segera diatasi. Hal itu bisa mengakibatkan Maros sebagai salah satu lumbung padi di Sulsel akan hilang.

“ lahan pertanian Kabupaten Maros sangat subur bahkan dulunya Maros terkenal sebagai lumbung padi. Tapi kenyataan saat ini sungguh memprihatinkan, banyak masyarakat pergi kedaerah lain hanya untuk bertani, atau kerja upahan. padahal potensi daerahnya sediri sangat besar apabila dikelola dengan baik,” ungkapnya M Nur saat ditemui di daerah Taman mini, Jakarta, Selasa ( 8/8/2018)

Muhammad  Nur yang Juga salah Satu Anggota TNI aktif  ( Kopassus) bepangkat Kolonel yang terlahir dari kelurga petani asal Kabupaten Maros, yang juga menjabat sebagai Direkrur Anti Teror PT Garuda Indonesia, mengungkapkan  Keperihatinan terhadap kampung halamnya tersebut.

Ia menjelaskan, menurunnya minat pertanian di Kabupaten Maros diakibatkan kurang campur tangan Pemerintah dalam hal peyuluhan, Pegembangan  Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengendalian harga.

“Petani Selalu rugi apabila sudah panen karena harganya murah bahkan cenderung tidak balik modal hal ini mengakibatkan para  petani  meningalkan lahanya pertaniannya, karena apabila mereka menanam kembali lahanya makan akan terkendala oleh modal,” ungkap M Nur yang juga salah tokoh Masyarakat asal maros yang tinggal di Jakarta yang sangat ingin daerah maros kembali kepuncak kejayaanya sebagai salah satu lumbung nasional.

Faktor Lain Sangat Penting adalah Banyaknya Alih Fungsi  lahan pertanian yang tergerus akibat pembangunan perumahan, industri dan perkantoran. “ ini juga akibat kurang minat sektor pertanian anak muda tidak peduli lagi dengan tanah pertaniannya” jelas M Nur

” Pemerintah harus memikirkan solusi masalah pergembangan pertanian ini, karena tidak menutup kemungkinan kedepan Maros akan kehilanga lahan pertaniannya dan kita akan tergantung kedaerah lain untuk pangan.

“Saya berharap pemerintah segera membuat lahan sawah baru untuk mengganti lahan-lahan sawah yang telah beralih fungsi,” ujarnya.

M Nur menambahkan, pemerintah juga harus serius  mendorong minat anak muda di Maros untuk minati Sektor pertanian, “ anak muda saat ini cenderung lebih memilih sektor lain diluar pertanian, misalkan jadi ojek, buruh pabrik, dan lain sebagainya karena lebih menguntugkan menurut masyarakat pada umumnya dan lahan pertaniannya ditelantarkan, ini jelas salah” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Maros  harus segera berbenah sebagai salah daerah penopang kota Makassar, perkembangan pasti bakal sampai ke Maros. Makanya Pemda Maros harus memikirkan itu sebelum kondisinya sama seperti Makassar yang mulai kesulitan lahan persawahan.

Ia juga mengatakan,  supaya pemda Maros harus lakukan Study banding kedaerah lain yg berhasil lakukan  pengembangan pertanian, ikutkan para petani setempat. “ selama ini kan yang ikut study banding hanya pegawai saja, sekarang coba dirubah, petani yang study banding, dan saya yakin pasti berhasil” tutup M Nur.

Editor: Idul HM

Previous articleUAS dan Cak Imin Penentu Poros Ketiga?
Next articleSofyan Djalil: CPNS ATR/BPN Harus Jaga Persatuan dan Kesatuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here