Pendukung Paslon Pilpres Diminta Tak Lakukan Perang Tagar

Komisoner KPU Wahyu Setiawan (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Pendaftaran capres cawapres 2019 saat ini masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta pendukung paslon Pilpres tidak perang tanda pagar (tagar).

“Mohon menahan diri tidak perlu perang tagar baik #Jokowi2Periode atau #GantiPresiden,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan, Rabu (8/8/2018).

Wahyu mengatakan hal ini dikarenakan tahapan pemilu belum memasuki waktu kampanye. KPU sendiri menjadwalkan masa kampanye dimulai pada tanggal 23 September 2018.

“Karena ini belum masa kampanye, nanti dipersilakan tanggal 23 September 2018. Kampanye pilpres dilaksanakan, dipersilakan untuk kampanye sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Wahyu.

Baca juga: Bawaslu Minta Massa Tak Gunakan Atribut Tagar Saat Daftar Capres

Wahyu juga mengimbau paslon dan pendukung tidak menggunakan atribut bersifat provokasi saat pendaftaran capres. Dia berharap pendaftaran capres cawapres ini bisa jadi contoh yang baik.

“Kita harap pasangan calon presiden dan wakil presiden beserta pendukungnya itu tidak menggunakan atribut atau alat peraga, atau berperilaku dan bersuara yang provokatif,” ujar Wahyu.

“Karena pendaftaran ini kan akan diliput media secara luas, akan jadi tontonan masyarakat. Kita harap capres cawapres beserta pendukungnya memberikan tontonan pada masyarakat yang mengedukasi. Juga mampu membawa harapan yang baik,” sambungnya.

KPU menyatakan akan menegur langsung bila ada pendukung yang melanggar ketentuan tersebut. Selain itu, KPU hanya memperbolehkan pendukung yang tidak provokatif yang masuk dalam area KPU.

“Kita akan melakukan pendekatan pada yang bersangkutan untuk berkenan yang masuk itu silakan berpakaian, beridentitas tapi tidak provokatif,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here