Jakarta, PONTAS.ID – Tingkat konsumsi masyarakat dipastikan meningkat saat Lebaran mendatang. Untuk memastikan ketersediaan pangan, Bulog akan melakukan pengawasan di daerah-daerah tujuan mudik.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, Presiden meminta agar saat Lebaran, operasi dan stabilisasi harga tidak terabaikan gara-gara libur. “Saya sampaikan ke jajaran agar libur digilir untuk kegiatan penyediaan barang dan stabilisasi harga tetap berjalan,” kata Buwas di Kompleks Istana Negara kemarin.
Menurut dia, ada beberapa daerah yang akan mengalami peningkatan konsumsi saat Lebaran mendatang. Daerah-daerah tersebut antara lain wilayah-wilayah yang menjadi tujuan mudik. “Kota-kota besar seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Medan, Makasar menjadi perhatian kita,” tuturnya. Buwas memastikan stok beras ataupun daging dalam keadaan aman.
Untuk beras misalnya tersedia 1,5 juta lebih ton. Itu pun sudah dipakai kegiatan pengendalian harga. “Kita juga menyerap padi dari dalam negeri yang jumlahnya mencapai 900.000 ton yang diserap,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Dia mengatakan stok pangan Lebaran sudah dipersiapkan sejak tiga bulan sebelumnya. Bahkan stok yang ada saat ini diklaim 20% lebih tinggi bila dibandingkan dengan hari biasa.
“Semua komoditas kita persiapkan. Kita amankan,” tuturnya. Beberapa komoditas yang jadi fokus, menurut Amran, antara lain ayam, beras, telur, bawang merah, bawang putih, dan daging yang berasal dari dalam negeri dan impor.
Ada yang impor seperti daging. Bawang putih bawang merah mendominasi dalam negeri. Bawang merah ekspor, telur ekspor, ayam ekspor, jagung ekspor,” paparnya. Sementara daerah-daerah yang diprediksi memiliki konsumsi tinggi salah satunya adalah Pulau Jawa. Hal ini mengingat jumlah penduduk terbesar Indonesia ada di Pulau Jawa.
“Selain itu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB),” paparnya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memastikan stok pangan Ramadan dan Idul Fitri tercukupi.
Editor: Idul HM




























