
Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, mendatangi Pos Pemantau Gunungapi Agung, di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari kesiapan sektor ESDM agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan Idul Fitri 1439 Hijriah dengan aman dan nyaman.
“Kunjungan kali ini bagian dari usaha kita menjaga agar selama lebaran, baik itu H-15 maupun H+15, Kementerian ESDM melaksanakan atau menjaga kesiapan selama lebaran. Hari ini tentang Gunungapi,” terang arcandra di Pos Pemantau Gunungapi Agung, Bali, Kamis (7/6/2018) seperti dilansir laman ESDM.go.id.
Dalam kesempatan ini, Arcandra mendapatkan penjelasan dari Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani tentang aktivitas terkini Gunung Agung, kesiapan alat dan personil di Pos Pengamat Gunung Agung.
Usai mendapatkan penjelasan, Arcandra berpesan agar PVMBG selalu waspada, memastikan peralatan berjalan dengan baik dan selalu berkoordinasi dengan Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 1439 H/Tahun 2018.
“Tadi saya dapat laporan bahwa semua peralatan siap, personil juga siap mengadakan piket 24 jam. InsyaAllah nanti kalau ada hal-hal yang perlu ditanggulangi, selama dan libur lebaran ini kita selalu siap,” urai Arcandra.
“Kewaspadaan itu intinya. Semua tim harus siap, alat dan personil. Yang terpenting ada piket dan selalu berkoordinasi dengan tim Posko Pusat, yaitu kepala BPH,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Gunung Agung saat ini berstatus Siaga (Level III) dan masih berpotensi erupsi namun rendah. Erupsi terakhir Gunung Agung terjadi pada tanggal 29 Mei 2018 dengan ketinggian 500 meter dari puncak gunung.
Selain Gunung Agung, dua gunungapi lainnya yang menjadi prioritas untuk diawasi oleh Kementerian ESDM adalah Gunung Sinabung dan Gunung Merapi.
“Gunung Agung ini perilakunya seperti apa, ini yang kita pantau terus. Beberapa gunung juga dalam pengawasan, pertama Merapi, kemudian Sinabung yang cukup aktif, ini jadi prioritas kita. Jadi ada tiga gunungapi. Tapi semua gunungapi jadi pengawasan kita. Ini masih dalam tupoksi (ESDM),” pungkas Arcandra.
Pasokan Listrik Aman
Di tempat yang sama, Arcandra juga mendapatkan penjelasan terkait kesiapan pasokan listrik wilayah Bali dari General Manager PT PLN Distribusi Bali Nyoman Astawa.
Astawa menjelaskan bahwa prediksi beban puncak di Bali saat Lebaran Idul Fitri adalah sekitar 752 mega watt (MW), sementara kapasitas terpasang sebesar 1.280 MW.
“Jumlah total personil PT PLN yang siaga selama masa libur Idul Fitri 1439 H berjumlah 754 orang yang tersebar di 50 posko di seluruh wilayah bali,” kata Astawa.
Secara umum, tidak ada permasalahan terkait kelistrikan di wilayah Bali, pasokan listrik di tempat-tempat wisata juga telah disiagakan.
Editor: Hendrik JS



























