Pembangunan 302 Rusus Nelayan Maluku Utara Dikebut

Pembangunan rusus nelayan di Desa Wosia Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 302 unit Rumah Khusus (Rusus) nelayan di Provinsi Maluku Utara. Rusus yang dibangun, diperuntukkan bagi nelayan dan korban bencana lahar dingin.

Pembangunan Rusus Nelayan dilakukan di lima lokasi berbeda dengan jumlah 50 unit setiap lokasinya. Lokasi tersebut Desa Tanjung Saleh Pulau Morotai, Desa Wosia Kab. Halmahera Utara, Desa Soagimalaha Kab. Halmahera Timur, Desa Sif Kab. Halmahera Tengah, dan Kelurahan Gurbati Kota Tidore Kepulauan.

Sementara Rusus bagi korban bencana dibangun di Kelurahan Tubo Kota Ternate sebanyak 52 unit. Semua Rusus kini telah terhuni, dibangun dengan ukuran tipe 36 m2. “Total anggaran sebesar Rp 63,10 miliar melalui anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR,” jelas Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, melalui keterangan tertulis yang diterima PONTAS.id, Minggu (3/6/2018).

Pembangunan Rusus nelayan di berbagai kawasan nelayan di Indonesia, kata Endra, bertujuan untuk mengurangi backlog perumahan dan membantu nelayan yang umumnya masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah layak huni. “Disamping itu kawasan permukiman nelayan juga lebih tertata baik atau tidak kumuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat meninjau Rusus nelayan di Pangandaran, Jawa Barat pada April lalu, mengatakan pembangunan perumahan khusus nelayan serupa tidak hanya dilakukan di Pangandaran saja.

Nelayan di daerah-daerah lainnya juga akan berkesempatan untuk memperoleh akses kepada perumahan. “Saya kira hal-hal seperti ini yang ingin kita dekati agar kehidupan nelayan lebih baik,” kata Presiden.

Halima salah seorang penghuni rusus nelayan yang dibangunan Kementerian PUPR di Maluku Utara

Bangun Kawasan Timur
Halima, salah seorang keluarga nelayan yang menempati Rusus tersebut mengatakan kini dirinya bisa memiliki rumah yang layak huni. “Torang menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun perumahan bagi masyarakat nelayan. Sehingga torang mendapat rumah yang layak dihuni,” ujarnya.

Secara nasional, pada masa Kabinet Kerja, capaian tiga tahun (2015-2017) pembangunan rumah khusus yakni tahun 2015 dibangun sebanyak 6.713 unit, tahun 2016 sebanyak 6.048 dan tahun 2017 sebanyak 5.083 unit dengan anggaran Rp 994,6 miliar sehingga total dibangun sebanyak 17.844 unit.

Untuk tahun 2018, Kementerian PUPR akan menambah ketersediaan rumah khusus sebanyak 4.550 unit dengan anggaran Rp 719,6 miliar. “Sebaran lokasi pembangunannya sebagian besar yakni 63,4 persen dibangun di kawasan timur Indonesia,” pungkas Endra.

Editor: Hendrik JS

Previous articleWisata Eksotis dan Tempat Sejarah, Jepara Juaranya
Next articlePemerintah Diingatkan Hati-hati Pinjaman Bank Dunia