Ciptakan Rasa Aman Pendana, Amartha Terapkan Sistem Keamanan ISO 27001

CEO dan Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra

Jakarta, PONTAS.ID – Dalam upaya menciptakan rasa aman bagi para pendana dan penerima dana, fintech P2P lending Amartha telah menerapkan sistem manajemen keamanan informasi berstandar ISO 27001. Sistem tersebut merupakan kerangka kerja kebijakan serta prosedur yang mencakup beragam kontrol dari kebijakan keamanan informasi, pengelolaan aset, transfer data dan komunikasi yang terjamin keamanannya, jaminan keamanan untuk rekanan/mitra dan pihak ketiga, pengelolaan insiden, keberlangsungan usaha dan disaster recovery, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang harus dipenuhi.

“Komitmen kami dalam menyediakan rasa aman bagi pendana dan penerima dana tercermin dari penerapan sistem manajemen keamanan informasi berstandar ISO 27001,” kata CEO dan Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Rabu, (23/5/18).

Taufan berharap, kuatnya komitmen Amartha seperti yang tercermin dari diraihnya sertifikasi ISO 27001 serta kinerja positif yang ditunjukkan oleh para pengusaha mikro perempuan mitra Amartha akan semakin menguatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnva guna mendukung pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan para pengusaha mikro di pedesaan.

Selain itu, pencapaian lain yang menunjukkan keberhasilan Amartha ialah pencapaian Social Return on Investment (SROI) atau dampak sosial dari pembiayaan yang tinggi. Tingginya SROI yang diberikan Amartha kepada para pengusaha mikro perempuan yang mencapai 98% per tahun diharapkan juga akan semakin menambah kepercayaan investor maupun calon investor terhadap investasi yang dikelola Amartha.

SROI tersebut jauh melampaui rata-rata SROI dunia yang tercatat sebesar 72,5%. SROI adalah sebuah studi analisis yang mengubah nilai beragam dampak sosial yang teiah timbul berdasarkan indikator terpilih untuk menentukan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan, menjadi niiai mata uang. Hasil analisis SROI adalah rasio yang menunjukkan hubungan antara biaya investasi dengan dampak yang terhasilkan.

Makna dari SROI 98% adalah bahwa di setiap rata-rata pinjaman sebesar Rp3 juta yang diberikan oleh Amartha, secara langsung akan menciptakan dampak sosial seniiai Rp5,94 juta yang berimbas kepada peningkatan kesejahteraan yang lebih baik yang terindikasi dari kepemilikan aset mereka yang berkembang, tingkat pendidikan anak yang lebih baik, kesehatan yang lebih baik, kepemimpinan dalam keluarga, hingga hubungan antarindividu yang lebih berkualitas.

Previous articleLaksamana Siwi Sukma Adji Resmi Jabat KSAL
Next articleDPR Minta Kasus Sobekan Alquran Diusut Tuntas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here