Akankah Kota Tua Tenggelam?

Kawasan Kota Tua Jakarta, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Sebagai Ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta terus mendapat sorotan akibat permasalahan-permasalahan yang tidak juga bisa diselesaikan. Salah satu permasalahan yang kerap melanda ibukota ini adalah banjir. Hampir setiap tahunnya, penduduk Jakarta dilanda kebanjiran, salah satu penyebabnya adalah penurunan permukaan tanah. Kawasan heritage kota tua terancam tenggelam. Imbas dari belum rampungnya National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau yang lebih dikenal dengan istilah Giant Sea Wall (Tanggul Raksasa).

Diperkirakan dalam kurun waktu 32 tahun ke depan wilayah Jakarta akan tenggelam. Prediksi ini mengacu pada penurunan permukaan tanah rata-rata 16 sentimeter (cm) per tahun. Pada periode 2007-2008 kecepatan penurunan permukaan tanah di Jakarta berada pada rentang 1-26 cm.

Dilansir dari katadata, Saat 2008, ketinggian tanah di Jakarta Pusat pada titik poin Monumen Nasional (Monas) hanya 4,9 meter di atas permukaan laut, sedangkan di daerah selatan mencapai 6,9 meter. Dengan asumsi laju penurunan tanah 16 cm selama 32 tahun, pada 2050 semua wilayah Jakarta akan tenggelam.

Salah satu penyebabnya, penggunaan air tanah yang berlebihan. Sehingga aliran air di bawah tanah kosong dan tanah di atasnya pun turun. Untuk memperlambat ancaman tenggelamnya Jakarta, masyarakat Jakarta diharapkan berhenti menggunakan air tanah.

“Untuk menghindari Jakarta tenggelam, maka hentikan pengambilan air tanah. Karena kalau tanah sudah turun, maka tidak dapat diapa-apakan lagi,”kata Firdaus selaku Staf Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Rabu, (14/3/18).

Meskipun kini beberapa tanggul sudah terbangun, namun tak mengurangi rob. Hal ini terbukti dari adanya pemukiman warga di Jakarta Utara yang mulai tergenang air setinggi mata kaki. Dengan intensitas hujan tak kunjung reda, bukan tak mungkin pesisir utara kian tergenang.

Semakin tahun, kawasan rumah di Jakarta Utara tergenang air. Luapan air laut masuk ke saluran saluran air warga dan menggenai jalanan rumah. Satu lokasi di dekat pabrik carvil yang terbengkalai kian parah, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Previous articleRibuan Ogoh-ogoh Siap Diarak Saat Malam Nyepi di Denpasar
Next articlePimpinan Komisi Diminta Segera Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Lembaga Negara