Delapan Delegasi Terpilih Siap Wakili Indonesia di CeBIT Australia

Delapan Delegasi Terpilih Siap Wakili Indonesia si CeBIT Australia

Jakarta, PONTAS.ID – Salah satu pameran dan konferensi teknologi business-to-business (B2B) terbesar dan terlama yang diselenggarakan di kawasan Asia Pasifik, Centrum fur Buroautomation, Informationstechnologie und Telekomunikation (CeBIT) akan digelar untuk ke-17 kalinya pada 15-17 Mei di International Convention Centre Sydney, Darling Harbour, Australia. Delapan delegasi terpilih akan difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam acara yang mempertemukan para professional di bidang teknologi ini, yaitu Squline, Medico, 8Villages Indonesia, Nicslab, Yava-Solusi 247, Jojonomic, Ukirama, dan Metabuilders (Merakyat.co).

“Indonesia akan diwakili oleh delapan delegasi terpilih yang telah melalui proses kurasi,” kata Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Senin, (14/5/18).

Squline, start-up yang fokus di bidang pendidikan terkait kursus online belajar bahasa asing, sebelumnya juga difasilitasi oleh Bekraf untuk mewakili Indonesia di ajang South by Southwest (SXSW) di Austin, Amerika Serikat. Medico, mengembangkan aplikasi di bidang medis. 8villages, didirikan tahun 2011 mengusung portal pertanian. Nicslab, membantu akademisi dan industri menyediakan data di bidang telekomunikasi. Solusi247 (YAVA), menggunakan big data untuk bidang kesehatan. Jojonomic, perusahaan teknologi keuangan pertama di Indonesia. Ukirama, berfokus di bidang software manajemen bisnis berbasis cloud untuk UKM. Metabuilders (Merakyat.co), membantu individu maupun UKM untuk memenuhi kebutuhan teknologi dalam skala besar.

Para delegasi terpilih ini merupakan hasil penilaian para kurator yang terdiri dari Direktur Fasilitasi TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Boni Pudjianto, Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan, Founder & Chief Executive DailySosial.id Rama Mamuaya, dan Founder Indonesian Android Community Agus Hamonangan.

Joshua menambahkan dari acara ini diharapkan tercipta transaksi bisnis, terjalinnya kerjasama atau kolaborasi dengan industri teknologi internasional, dan peluang-peluang lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem subsektor aplikasi di Indonesia.

Menempati Hall 3 E6, paviliun Indonesia merupakan kerjasama antara Deputi Pemasaran Bekraf, Deputi Infrastruktur Bekraf dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney, Kementerian Perdagangan yang berjudul Archipelageek dalam acara yang tahun ini mengangkat tema “The Future of Business Technology”.

Selain mengikuti pameran di CeBIT 2018 para peserta juga direncanakan melakukan business matching dengan pelaku bisnis daerah setempat yang telah diseleksi oleh pemerintah New South Wales (NSW), Australia. Para delegasi juga akan diberikan pembekalan mengenai kesempatan Startup & Fintech Indonesia untuk memasuki pasar Australia.

Previous articleEmpat Polisi jadi Korban Bom Mapolretabes Surabaya
Next articleSelama Ramadan, PNS Bisa Pulang Cepat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here