Jakarta, PONTAS.ID – Analis Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, perang tagar antara #2019GantiPresiden dengan #diasibukkerja masih terbilang wajar.
“Kita harus pahami bahwa pagar itu definisinya adalah pengelompokan kategori yang ada di kategori dunia media sosial. Jadi pagar Ini dipakai untuk memberikan satu pesan kepada masyarakat, baik yang di media sosial maupun di masyarakat umumnya,” ujar Gun Gun, Minggu (6/5/2018).
Perang tagar tersebut terbilang wajar karena belum ada calon resmi yang mendaftar ke KPU.
“Jadi wajar karena (belum daftar) KPU. Di sini kita belum kampanye dan belum ada dari sebelah juga belum ada. Yang dari Pak Jokowi sudah ada deklarasi dari partai-partai lain. Di sebelah belum ada walaupun sebenarnya Gerindra sudah deklarasi walaupun secara kolektivitasnya belum ada,” paparnya.
Menurut Gun Gun, perang tagar juga masih sehat pada tahun politik seperti sekarang.
Hnaya saja, dia menyangkan jika ada prilaku yang tidak pantas dalam penerapan tagar tersebut.
“Sehat, tapi saya menyesalkan seperti kemarin ada itimidasi. Tapi kalau saya mendengar berita, (kasu) intimidasi sudah diperiksa,” tutupnya.


























