Peran Perempuan Diingatkan dalam Tahun Politik

Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini mengingatkan kembali peran perempuan dalam tahun politik. Pasalnya, sampai saat ini para pemegang kebijakan di ranah politik masih didominasi oleh kaum lelaki.

“Perempuan memiliki potensi diplomasi yang besar andai mau digali, kemampuan berkomunikasinya juga bisa diandalkan,” tutur Anggia dalam keterangan pers, Jumat (27/4/2018).

Di tahun politik ini perempuan harus aktif berpartisipasi agar sektor-sektor penting dalam upaya pemberdayaan anak dan perempuan dapat diakomodir dengan baik. Perempuan memiliki sensitivitas lebih tinggi dalam hal tersebut karena hal itu sekaligus cerminan kehidupannya.

“Perempuan-perempuan di pedesaan masih banyak yang memiliki akses pelayanan publik yang minim, semisal akses kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Ini smagat menyedihkan karena berakibat pada masih tingginya angka ketertinggalan perempuan di sektor publik” jelasnya dalam pesan singkatnya.

Perhatian khusus Fatayat NU terhadap masalah ini kemudian mendorong Fatayat NU untuk melakukan sesuatu lebih banyak lagi. Membuka wawasan perempuan soal politik dan menjadikan politik sebagai media ibadah. Fatayat NU juga mendorong kader-kader terbaiknya untuk mau berjuang melalui jalur politik juga.

Menurut Anggia, kalau politik dipandang dengan positif maka dia bisa menjadi alat untuk membuat kebijakan dan perubahan yang lebih baik begitupun sebaliknya.

“Kalau semakin banyak perempuan memiliki peran strategis di ranah politik maka bisa dipastikan permasalahan ketertinggalan perempuan juga bisa diminimalisir,” tutupnya.

Previous articleProduk IKKON Akan Menjadi Souvenir Dipamerkan di Paviliun Indonesia
Next articlePara Sineas Kreatif Akan Diperhatikan oleh Bekraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here