Perempuan Indonesia Mampu Menjadi Penggerak Ekonomi

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa perempuan Indonesia mampu menjadi penggerak ekonomi bangsa bukanlah isapan jempol semata.

“Perempuan Indonesia mampu menjadi penggerak ekonomi bangsa. Kalimat ini bukanlah ISAPAN JEMPOL belaka. Berdasarkan data laporan “Women, Business and the Law 2021″ yang diterbitkan oleh World Bank, pada tahun 2021 tercatat 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki oleh perempuan,” ungkap Ibas, Jumat (1/11/2024).

Selain itu, disampaikan Ibas bahwa penelitian dari berbagai lembaga dunia juga menunjukkan bahwa ketika perempuan secara ekonomi berdaya dan memiliki kontrol atas pendapatan, mereka cenderung menggunakan pendapatan tersebut memenuhi kebutuhan keluarga, di antaranya untuk gizi, kesehatan, dan pendidikan anak-anak.

“Oleh sebab itu, upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dirasa penting karena memiliki banyak dampak positif. Program keluarga harapan, kredit usaha rakyat, dan bantuan usaha mikro salah satu yang bisa dikawal dalam
program pemerintahan,” jelas Ibas lebih lanjut.

Kemudian menurut Ibas, dengan adanya perkembangan zaman, arus teknologi dan digitalisasi maka perempuan harus lebih adaptif terhadap masa depan mereka dan keluarganya dalam kehidupan yang inklusif, inovatif, serta produktif berkelanjutan dalam digital society.

“Istilah anak anak kita, jangan gaptek dan mesti melek teknologi dan aplikasi bahkan harus cukup memahami dengan apa yang digunakan generasi milenial, gen z dan alpha. Sama seperti siang ini kitapun berkumpul dalam kegiatan webminar melalui jaring teknologi. Setuju ya?” kata Ibas.

Tak hanya kesejahteraan, menurut Ibas perempuan berperan penting dalam upaya peningkatan berbagai indikator kesehatan termasuk mengatasi gizi diri, anak dan keluarga serta memastikan angka stunting menurun drastis.

“Perempuan berperan aktif dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis dan mendapatkan pelayanan akses kesehatan melalui asuransi kesehatan dan edukasi pentingnya hidup sehat untuk keluarga,” tutupnya.

Previous articleSoroti Isu Kekerasan Seksual, Ibas: Perempuan Harus Speak Up, Berani Melapor
Next articleAroma Politisasi Kasus Impor Gula, Khudori Ingatkan Kejagung