Sektor Pariwisata Terus Digenjot Agar Jadi Sumber Devisa

Sektor pariwisata diprediksi jadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Bank Indonesia menilai sektor pariwisata perlu digenjot melalui peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman), sehingga dapat menjadi sumber devisa baru yang bisa diandalkan. Memang, perkembangan pariwisata Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang bagus, namun demikian harus terus digenjot.

“Jumlah wisatawan perlu ditingkatkan lagi. Memang terjadi penambahan wisatawan yang berkunjung tapi jangan lupa banyak juga orang Indonesia yang keluar negeri,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam rilis yang diterima PONTAS.ID, Jakarta, Rabu, (25/4/18).

Bank sentral mencatat sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$11,3 miliar dolar sepanjang 2016. Nilai tersebut, masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan negara di Asia, seperti Malaysia sudah mencapai US$18,1 miliar, Singapura US$18,4 miliar. Bahkan, Thailand menempati posisi teratas dengan nilai devisa US$49,9 miliar.

“Posisi pariwisata Indonesia berada di peringkat 9 atau hanya di atas negara Vietnam. Thailand dan Malaysia bisa tinggi karena wisatawannya bisa mencapai 40 juta orang per tahun, nanti kalau target kita 20 juta orang tercapai itu bisa meningkatkan devisa,” ujarnya.

Menurut dia sektor pariwisata perlu didukung peningkatan infrastruktur maupun kesiapan masyarakat Indonesia. “Sebetulnya pemerintah sudah mendorong dengan terus membuka bandara baru, penerapan bebas visa dan penerbangan langsung untuk mendongkrak pariwisata,” ungkapnya.

Disisi lain Mirza mengungkap kondisi ekonomi Indonesia saat ini bisa menjadi momentum yang tepat mengundang para investor untuk berinvestasi di sektor yang mempunyai nilai tambah, termasuk pariwisata.

Previous articlePerpres Tentang TKA, Perbaiki Iklim Investasi di Indonesia
Next articleUE Batasi CPO, Luhut Soroti Stabilitas wilayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here