Petugas Karantina Gagalkan Pengiriman Ular Ilegal

Petugas Karantina Saat Memperlihatkan empat ekor ular yang berhasil diamankan.(25/4)

Jakarta, PONTAS, ID – Petugas Badan Karantina Tanjung pinang, kemarin menahan empat ekor ular viper bakau (Trimeresurus purpureomaculatus) yang hendak dikirim ke Sidoarjo, Jawa Timur, lewat Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.(25/4/2018)

Kepala Karantina Tanjungpinang, Iswan Haryanto mengatakan, Saat lewati mesin X-Ray, paket titipan kilat yang bertuliskan aksesoris gonggong (aksesotis dari keong laut) itu memperlihatkan penampakan yang mencurigakan.

“Petugas Karantina Wilayah Kerja Bandara Raja Haji Fisabilillah bersama, Bea dan Cukai, AVSEC Bandara, Ekspedisi serta pihak Cargo bersama-sama menyaksikan pemeriksaan isi bungkusan paket tersebut” ungkapnya.

Iswan Mengatakan, Empat ular berbisa dalam botol minuman itu tidak dilaporkan ke petugas karantina saat akan dikirim dan tidak dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan atau surat angkut tumbuhan dan satwa.

Iswan Menjelaskan, bahwa media pembawa tersebut tidak dapat dilanjutkan pengirimannya karena tidak terjamin kesehatan dan keamanannya. Empat ular tersebut ditahan dan diamankan di instalasi karantina hewan sambil menunggu proses.

“Kami akan lakukan penyelidikan dan ularnya akan dititipkan ke kebun binatang di bintan” ujarnya.

Guna mencegah terjadinya hal serupa dan pengawasan lalulintas media pembawa hama penyakit baik hewan maupun tumbuhan kedepan, ia akan melakukan sosialisasi kepada pihak jasa titipan dan juga memperkuat koordinasi dengan pihak bandara.

Editor: Idul HM

Previous articleKemenkop: Peran UKM Jadi Solusi Atasi Kesenjangan Ekonomi
Next articleMAKI Desak KPK Usut Keterlibatan Cak Imin Pada Kasus Kemenakertrans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here