Kemenkop UKM: Desainer UKM Indonesia Melakukan Sertifikasi Produk

UKM Fashion Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah meminta para pelaku UKM yang bergerak di bidang fesyen untuk melakukan sertifikasi produk agar semakin berdaya saing tinggi.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dalam sambutannya pada acara pembukaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 di Jakarta Convention Center mengapresiasi dan mendukung gelaran Indonesian Fashion Week 2018 yang kali ini mengusung tema Cultural Identity dengan menampilkan aneka fesyen bercorak Danau Toba, etnik Borobudur, dan keindahan Labuan Bajo.

“Dengan mengangkat tema kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati yang kita miliki, saya berharap para produsen fesyen nasional dan para desainer Indonesia mampu meningkatkan kualitas produknya hingga mampu berdaya saing,” kata Agus Muharram selaku Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM dalam rilis yang diterima PONTAS.ID, Jakarta, Selasa, (24/4/18).

Agus mengajak seluruh masyarakat untuk membeli dan memiliki produk fesyen buatan negeri sendiri. “Saya berharap agar para desainer yang UKM Indonesia melakukan sertifikasi produk yang dihasilkan agar memiliki daya saing untuk bisa masuk ke kancah persaingan global,” ujarnya.

Ia meminta para desainer dan UKM produk fesyen nasional bisa belajar tentang kualitas produk dari negara lain seperti Italia yang sangat terkenal dengan brand fesyen sepatu.

Menurut dia, Ajang IFW 2018 harus dijadikan sebagai pertukaran produk dengan negara lain dan sekaligus memperkenalkan keanekaragaman produk fesyen Nusantara. “Kita bisa saling belajar dan bertukar pikiran di ajang seperti ini,” ucapnya.

Ia berharap ajang IFW mampu mencetak transaksi yang signifikan yang menguntungkan industri fesyen Tanah Air. “Karena ukuran sukses tidaknya ajang seperti ini adalah dari nilai transaksi yang tercipta. Kami sangat mendukung gelaran seperti ini karena kita memiliki program unggulan dalam memajukan fesyen di Tanah Air. Kita memiliki gedung Smesco Indonesia yang merupakan miniatur produk UKM Indonesia, yang salah satunya adalah rumah desain,” imbuhnya.

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawa Ningsih menyatakan bahwa dengan tema “Cultural Indentity” sama dengan mengangkat fesyen batik dan tenun yang merupakan ciri khas fesyen asal Indonesia yang memiliki nilai cita rasa tinggi.

“Fesyen khas Indonesia juga sudah memberikan sumbangan besar bagi devisa negara, PDB, hingga penyerapan tenaga kerja,” kata Gati.

Saat ini, lanjut Gati, sumbangan fesyen nasional terhadap kinerja ekspor mencapai 13,29 miliar dolar AS.

“Kami mendorong para desainer nasional mampu memanfaatkan ‘marketplace’ sebagai bagian penting dalam pemasaran produk. Hingga 2020 Indonesia diharapkan mampu menjadi kiblat busana Muslim dunia,” kata Gati.

Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Joshua Simanjuntak menjelaskan industri kreatif fesyen merupakan sektor unggulan yang terus berkembang setiap tahunnya.

“Kita harus memakai produk fesyen ciptaan bangsa sendiri, agar produk fesyen kita mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Joshua.

Previous articleSurvei LSKP, Ganjar-Yasin Melesat Sudirman-Ida Kedodoran
Next articleGenPI Harus Wujudkan Ide-Ide Gila yang Bermanfaat untuk Pariwisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here