Pemandu Wisata Berbahasa Mandarin di DIY Masih Terbatas

Turis Mandarin Kunjungi Pariwisata Yogyakarta

Yogyakarta, PONTAS.ID – Pasca Pemerintah DIY menandatangani kerja sama persahabatan dengan Pemerintah Kota Shanghai, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mulai berdatangan. Sayangnya. jumlah pemandu wisata yang bisa berbahasa Mandarin di Kota Budaya ini, masih sangat terbatas

“Kami memang kekurangan. Baru ada tujuh orang (pemandu wisata berbahasa Mandarin),” kata Ketua Bidang Pendidikan Himpunan Pramusiwata Indonesia (HPI) DIY Parwono, Yogyakarta, Senin, (23/4/18).

Bahkan hasil sertifikasi pemandu wisata, dari 25 orang peserta hanya satu orang yang mempunyai kemampuan berbahasa Mandarin. Mayoritas pemandu wisata di DIY berbahasa Inggris dan Perancis. “Peminatnya sedikit. Karena memang bahasanya sulit,” kata Parwono.

Sejauh ini, DIY mengandalkan wisatawan asal Cina yang berkunjung ke Bali untuk kemudian melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta. “Ada sekitar 300 orang,” ujarnya.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Didi Purwadi menjelaskan dalam kerjasama di bidang budaya dengan Shanghai telah ada penandatanganan nota kesepahaman untuk pembangunan rumah persahabatan atau Yogyakarta-Shanghai Friendship House.

Previous articleJaga Keutuhan NKRI, Patuhi Hukum Negara
Next articlePolri Siap Amankan Aksi Hari Buruh 1 Mei

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here