Menpar: Dibutuhkan Strategi Meningkatkan Wisata Bahari Indonesia

Destinasi Wisata Bahari Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pantai terpanjang di dunia. Namun sayangnya, marine tourism atau wisata bahari Indonesia hanya menyumbangkan 10 persen atau USD1 miliar untuk devisa. Untuk itu, dibutuhkan strategi meningkatkan wisata bahari di Indonesia. Salah satunya melalui duta wisata.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki pantai terpanjang di dunia kedua. Terumbu karang dan pantainya terbaik di dunia. Namun sayangnya, hanya menyumbangkan USD1 miliar atau 10 persen terhadap devisa.

“Indonesia jadi poros maritim dunia, potensinya luar biasa. Namun, wisata bahari yang hebat ini potensinya hanya bisa menyumbangkan 10 persen. Dibandingkan Malaysia kita kalah. Mereka tidak punya pantai. Malaysia bisa menyumbangkan 20 persen,” kata Menpar Arief Yahya dalam rilis yang diterima PONTAS.ID, Jakarta, Minggu, (22/4/18).

Menurut Menpar, untuk mengejar target USD4 miliar pada 2019, dibutuhkan perubahan regulasi terkait peraturan yacht dan cruise yang masuk ke Indonesia.

Sementara itu, pelaksanaan Putra-Putri Pariwisata Nusantara 2018 yang memiliki tema “Explore Wonderful Indonesia’s Marine Tourism” juga dapat memberikan kontribusi untuk mempromosikan marine tourism Indonesia.

Menpar Arief Yahya mengapreasiasi penyelenggaraan acara duta wisata seperti ini dengan mengambil tema Marine Tourism. Ini selaras dengan program pembangunan nasional, Indonesia akan dijadikan Poros Maritim Dunia. Dari sisi pariwisata, 80 persen dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia juga merupakan destinasi wisata bahari yang sedang berkembang pesat.

“Tema ini tepat karena pemerintah fokus mengembangkan wisata bahari. Diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar empat juta wisatawan mancanegara (wisman), dari target 20 juta wisman pada 2019, di mana 500 ribu di antaranya bersumber dari wisman kapal pesiar (cruise),” ujarnya.

Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, dalam ajang PPPN 2018 telah tersaring dan masuk sebagai finalis sebanyak 46 orang (23 putra dan 23 putri) dari 25 provinsi di Indonesia dan mereka saat ini memasuki masa karantina di Best Western Mangga Dua Hotel Jakarta pada 18-28 April 2018.

Selama masa karantina para finalis PPPN 2018 ini diberikan pembekalan di antaranya tentang peningkatan kepribadian, entrepreneur hospitality, serta workshop penulisan di medsos dan media lainnya.

Selain itu, Putra Putri Pariwisata Nusantara terpilih adalah Generasi Milenial atau Zaman Now. Maka dari itu mereka didorong untuk bergabung dengan GenPI. Merupakan pengguna media sosial, aktif promosi pariwisata di medsos, mempromosikan Destinasi Digital (Instagramable) khususnya Destinasi wisata Bahari.

Previous articleKPU Sumut Telah Tetapkan Jumlah DPT
Next articleKementerian PUPR Kebut Penyelesaian Fasilitas Asian Games 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here