Brand Menjadi Nilai Tambah Ekonomi Kreatif

Joshua Puji Mulia Simandjuntak Deputi Pemasaran Bekraf

Jakarta, PONTAS.ID – Mendatangkan pakar roaster dari Amerika ke Indonesia untuk memberikan workshop teknik roasting biji kopi yang sesuai dengan selera pasar di Amerika. Tampaknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sangat optimis kopi Indonesia dikenal di luar negeri. Akan menggelar Roadshow Promosi Brand Kopi ke Amerika dan Kanada dalam rangka pengembangan pasar luar negeri. Bekraf memberikan fasilitasi dan pendukungan untuk membawa brand kopi ke mancanegara.

“Brand merupakan fokus pendukungan mengingat nilai tambah terbesar ekonomi kreatif terdapat pada Intellectual Property (IP) yang terkandung di dalamnya,” Joshua Puji Mulia Simandjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf dalam pesan yang diterima PONTAS.ID via whatapp, Jakarta, Selasa, (17/4/18).

Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri, Boni Pudjianto mengungkapkan, dari program kopi ke Amerika dan Kanada ini diharapkan akan tercipta pembukaan cafe dengan brand Indonesia di Amerika dan Kanada, serta kerjasama berupa “sister cafe”.

“Dan pemasokan kopi Indonesia ke beberapa roaster untuk dijual di pasar Amerika dan Kanada dengan tetap mencantumkan brand Indonesia agar memberikan citra positif bagi Indonesia dan produk kreatif nasional di pasar internasional,” tambah Boni.

Adapun dukungan yang diberikan Bekraf di antaranya membiayai branding dan promosi selama roadshow, kompetisi roasting kopi, business meeting, coffee talk pada event Global Specialty Coffee Expo (GSCE), performance barista di setiap kota yang dilalui sepanjang roadshow di Amerika dan di Vancouver (Kanada).

Roadshow promosi brand dan kopi lokal di Amerika Serikat dan Kanada ini akan diikuti oleh pemilik brand cafe, brand kopi lokal, dan lembaga Pembiayaan, yaitu, Gravfarm, Upnormal, First Crack, Kopi Boutique, Filosofi Kopi, Trafflque/KopiKU, Anomali, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Keberhasilan branding kopi di dalam maupun di luar negeri akan mendorong brand kopi dan brand kafe lokal memasuki pasar global (terdifusi). “Hal ini juga akan meningkatkan gairah ekosistem kopi lokal dari hulu ke hilir dan membangkitkan kepercayaan diri pelaku kreatif lainnya untuk melakukan penetrasi bisnisnya ke luar negeri,” tutupnya.

Previous articleDipolisikan PKPI, Ini Kata Komisoner KPU
Next articleKPK Dorong Wujudkan Pilkada Berintegritas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here