Bekraf Ajak Desainer Arsitektur dan Interior Maksimalkan Teknologi Digital

Bekraf Creative Labs 2019

Depok, PONTAS.ID – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Indonesia Creative Digital Architecture and Interior Design pada Selasa dan Rabu, 20-21 Agustus 2019 lalu, bertempat di Felfest UI Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI Depok, Jagakarsa.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat, kemampuan dan kreativitas arsitek dan desainer muda Indonesia dalam pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing secara global.

“Sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, Bekraf dan UI melalui program Bekraf Creative Labs menggagas tema Indonesia Creative Digital Architecture and Interior Design untuk menunjang kreativitas penggunaan teknologi digital dalam bidang arsitektur dan desain interior, khususnya bagi mereka yang baru masuk ke industri ekonomi kreatif,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan, baru-baru ini.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk masterclass teknologi digital untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang arsitektur dan desain interior dalam parametric and algorithm based design dan digital representation.

Algorithm and parametric based design pada dasarnya merupakan metode desain berbasis pendefinisian aturan dan parameter geometris yang dapat digunakan untuk menghasilkan desain ragam bentuk yang dapat diaplikasikan dalam arsitektur dan desain interior. Sedangkan, digital representation secara khusus menyajikan bagaimana mengemas portofolio desain arsitektur dan desain interior yang menarik.

Sebanyak 35 peserta mengikuti masterclass Batik Fractal: How to Generate Surface Pattern dan Exploration in Parametric Design Vol II , dan 50 peserta lainnya bergabung dalam masterclass Communication Skills for Designer: Presenting self and works.

Hadir sebagai narasumber, yaitu Co-Founder Batik Fractal, Muhamad Lukman; Dosen Arsitektur Interior UI, Arif R Wahid; Pegiat Fabrikasi Digital dan Asisten Riset Departemen Arsitektur UI, Fariz Hirzan; Praktisi Marketing dan Desain Perumahan, David Rosyada dan perwakilan NAW, Azan Subhie, S.T.

Saat ini, arsitektur dan desain interior tidak hanya diartikan sebatas bagian dari fungsi dan bentuk bangunan, tetapi juga seni yang memiliki estetika. Berdasarkan OPUS 2019, PDB dari arsitektur mencapai lebih dari Rp 21 miliar pada 2016 dan Rp 1,4 miliar untuk desain interior dan angka tersebut terus meningkat melihat minat masyarakat yang semakin mengapresiasi keindahan ruang.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih terhadap PDB subsektor arsitektur dan desain interior terhadap PDB nasional melalui peningkatan kapasitas SDM. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghidupkan creative value chain dalam ekonomi kreatif, khususnya subsektor arsitektur dan desain interior.

Penulis: Hartono
Editor: Riana

Previous articleBangun Ekosistem Perfilman yang Lebih Baik, Bekraf dan YCCI Gagas LOCK
Next articleMarak IMB Bermasalah, Pengamat: Di Utara Anies Tak Punya Wibawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here