Memberdayakan KUKM, Revitalisasi Paviliun Provinsi Secara Menyeluruh

Emilia Direktur Utama LLP KUKM

Jakarta, PONTAS.ID – Smesco lndonesia milik Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, akan merevitalisasi salah satu layanan bisnis ritel KUKM yaitu Paviliun Provinsi yang saat ini menjadi display permanen serta pusat promosi dan pemasaran produk unggulan KUKM Daerah dari setiap provinsi di indonesia.

Layanan yang dibangun sejak tahun 2012 tersebut rencananya akan direvitalisasi sebagai bentuk komitmen Smesco Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk KUKM Indonesia, yaitu dengan menjadikan Paviliun Provinsi sebagai wadah referensi terbaik untuk mencari dan mendapatkan produk lokal berkualitas dari produksi KUKM Indonesia.

Direktur Utama LLP KUKM Emilia Suhaimi mengakui, bahwa keberadaan dan kondisi Paviliun Provinsi saat ini tidak berperan dan tidak menunjukkan kinerja sebagaimana diharapkan. Sehingga menurutnya, promosi dan pemasaran tentang keberadaan produk berkualitas dari UKM Indonesia perlu ditingkatkan.

“Perilaku masyarakat yang berubah demikian dinamis, tanpa mampu beradaptasi, bilamana paviliun provinsi tidak mampu beradaptasi dengan cepat dan sesuai dengan dinamika masyarakat, maka akan semakin ditinggalkan. Oleh karena itu bila tidak disertai melakukan perubahan yang mendasar, keberadaan paviliun provinsi diperkirakan akan semakin tidak bermanfaat,” kata Emilia Direktur Utama LLP KUKM saat dikonfirmasi melalui via selular PONTAS.ID, Jakarta, Senin, (16/4/18).

Sebagai upaya menanggulangi kemunduran yang terjadi saat ini dan sebagai upaya merespon perubahan agar keberadaan Paviliun Provinsi mampu menjadi sosok lembaga yang berdaya saing dalam memberdayakan KUKM, revitalisasi Paviliun Provinsi perlu dilakukan secara menyeluruh dan sistematik. “Karena hanya dengan cara demikian keberadaannya akan mampu berkompetisi dalam dunia nyata,” kata Emilia.

Keberadaan dan kemampuan Paviliun Provinsi untuk mampu menarik pengunjung, baik untuk berbelanja maupun melakukan kontak bisnis dengan pelaku KUKM daerah, sangat ditentukan oleh daya tariknya, dibandingkan dengan daya tarik yang ditawarkan oleh lokasi lain seperti pameran, mall, galeri, pemasaran online, dan sebagainya.

Revitalisasi tersebut dimaksudkan untuk mampu secara nyata memberdayakan KUKM di daerah. “Kemampuan memberdayakan KUKM daerah ini adalah indikator utama keberhasilan program revitalisasi ini yaitu jumlah items produk khas lokal, jumlah variasi kegiatan budaya lokal, jumlah kunjungan, nilai transaksi baik langsung maupun tidak langsung,” jelas Emilia.

Previous articleKementan Klaim Produksi Padi 34 Provinsi Mei-Juni, 8.7 Juta Ton Beras
Next articlePKS Ragu Prabowo Bakal Maju Nyapres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here