Hindari Penyakit Tumbuhan, Mobil Papua Nugini Masuk RI Wajib Car Wash

Fasilitas Car Wash Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Kementerian Pertanian,/Foto: Humas Badan Karantina Pertanian.

Jakarta PONTAS.ID – Seluruh kendaraan asal Papua Nugini yang masuk wilayah NKRI melalui pos lintas batas Skouw harus melalui car wash yang telah disiapkan. hal ini disampaikan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Kementerian Pertanian, LM Mastari.

“Papua Nugini belum bebas penyakit lethal yellowing. Salah satu penyakit berbahaya bagi industri kelapa sawit kita,” kata Mastari melalui keterangan tertulis Humas Karantina pertanian kepada PONTAS.id di Jakarta, Jumat (13/4/2018)

Mastari menegaskan, Penyakit ini sangat mungkin terbawa melalui benih dan tanah yang terbawa kendaraan yang melintas. Data ekspor CPO kita masih menjadi yang tertinggi didunia, dengan volume 31,05 juta ton dan senilai 22,97 miliar dollar US. Kementerian Pertanian terus mendorong ekspornya dan melakukan proteksi dengan upaya pencegahan penyakit yang berisiko bagi industri ini.

“Kita tidak mau ambil resiko. Sawit kita harus dijaga dari kehancuran. Kita masih menjadi produsen utama CPO dunia. Karantina tidak main-main untuk ini”, tegas Mastari.

Untuk itu, lanjut Mastari, nantinya setiap kendaraan asal Papua Nugini yg melintas pos lintas batas Skouw, wajib melalui area Car wash karantina, yang berfungsi untuk membersihkan kendaraan yang melintas dari Papua Nugini ke wilayah Indonesia.

Tanah dan kotoran lain yang dapat menjadi media pembawa penyakit tumbuhan diharapkan tidak terbawa masuk ke wilayah RI. Begitu pula komoditas pinang dan lainnya terus diawasi dan diperiksa kesehatannya oleh petugas Karantina Pertanian.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw adalah salah satu pos perbatasan Indonesia yang strategis. Berbatasan langsung dengan Papua Nugini, pos lintas batas ini menjadi jalur lalu lintas manusia dan barang antar kedua negara. Hubungan kekerabatan yang dekat antar masyarakat di daerah Skouw dan desa terdekat, membuat lalu lintas orang terjadi setiap harinya.

Hari pasar yang jatuh pada Selasa dan Kamis merupakan puncak lalu lintas manusia di pos ini. Setidaknya 1.500 orang bergerak dari Papua Nugini untuk berbelanja di pasar Skaouw . Pasar ini sangat terkenal mengingat harga barang yang tergolong murah bagi mata uang papua nugini. Hal ini juga dimanfaatkan masyarakat indonesia di sekitar perbatasan untuk menyediakan kebutuhan mereka.

“Mereka memenuhi pangannya dari pasar kita ini. Sayuran, beras, daging ayam dan telur menjadi bahan pokok yg selalu dicari. Dan sebaliknya pedagang kita membeli pinang dari Papua Nugini,” ujar Mastari.

Sebagai upaya pencegahan masuknya penyakit hewan dan tumbuhan dari papua nugini, pemerintah memfasilitasi area khusus pemeriksaan karantina. Setidaknya ada 4 bagian utama dari area tersebut, antara lain ruang tunggu bagi masyarakat, laboratorium, area fumigasi dan Car Wash Karantina.

Editor: Idul HM

Previous article20 Tahun Berkarir Di Politik, Novanto Minta Pertimbangan Cabut Hak Politik
Next articleJokowi Serahkan Sertifikat, BPN Targetkan 80 Ribu Sertifikat Di Papua 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here