Program Bedah Rumah, Kementerian PUPR Gelontorkan 3,2 Triliun

Salah satu rumah yang menjadi target Bedah Rumah Kementerian PUPR di Sukabumi, Jawa barat

Jakarta, PONTAS.ID – Demi mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggiatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal sebagai bedah rumah.

Tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan pelaksanaan BSPS dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) terhadap 180 ribu unit rumah tidak layak huni dengan anggaran sebesar Rp 3,2 triliun.

“Bantuan ini bertujuan sebagai stimulan kepada masyarakat untuk perbaikan rumah secara swadaya. Anggarannya cukup besar untuk membantu MBR memiliki rumah layak huni,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers yang diterima PONTAS.id, Selasa (10/4/2018).

Program ini kata Basuki, juga menjadi pendukung pencapaian target Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 silam.

Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, warga akan menerima dana sebesar Rp 15 juta, dengan perincian, Rp 12,5 juta untuk belanja bahan dan Rp 2,5 juta untuk upah pekerja. Dana yang diterima umumnya digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik bambu menjadi batu bata dan perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk roboh.

“Tahun ini program BSPS menjadi bagian program padat karya tunai. Perbedaannya, jika tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari masyarakat setempat,” kata Khalawi.

Editor: Hendrik JS

Previous articleDewan Pers Soroti Media Abal-abal di Pilkada Jawa Barat
Next articleBentuk Satgas, Pemerintah Bidik Potensi Bisnis di Afrika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here