Sumber Devisa, Talas Gatal Komoditas Unggulan Ekspor Baru

Petugas lakukan pemeriksaan fisik pada talas yang akan diekspor,/Foto: Humas Balai Karantina.

Jakarta, PONTAS.ID – Enam ton Talas (Colocasia esculenta L. Schott) dilepas ke Malaysia oleh petugas Karantina Belawan. Perusahaan IWE asal Malaysia ketagihan si Talas “gatal” dari Medan, pengiriman talas ini hampir menjadi rutinitas setiap bulannya.

Petugas Karantina Belawan Amos Sudin mengatakan, Adapun pemeriksaan yang dilakukan sesuai prosedur baku karantina pertanian yakni meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pengambilan sampel dan uji laboratorium.

“Setelah dinyatakan sehat, Phytosanytari Certificate atau surat kesehatan tumbuhan sebagai persyaratan ekspor negara tujuan yang diterbitkan” Ujar Amos, melalui keterangan tertulis Humas Balai Besar Karantina yang diterima PONTAS.id dijakarta, Minggu (8/4/2018).

Dengan pendampingan proses ekspor dari Karantina  Belawan dalam hal penjaminan kesehatan dan keamanan dari organisme pengganggu tumbuhan dan sesuai dengan izin pemasukan yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Makanan Olahan
Talas adalah tumbuhan herba, memilik umbi yang disebut bonggol, tumbuh di bawah tanah dan memiliki banyak jenis, bentuk dan warna pada tumbuhan ini.

Hal yang perlu diperhatikan pada Talas sebagai bahan pangan, adalah timbulnya rasa gatal hal ini disebabkan adanya kalsium oksalat yang ada didalamnya.

Tapi hal ini tidak perlu dikawatirkan karena bisa diatasi setelah diproses Olahan dan tidak menimbulkan gangguan serius.

Seiring perkembangan industri kuliner,  talas tidak hanya dimakan setelah direbus atau digoreng, tapi talas dijadikan sebagai olahan makanan  seperti keripik, bubur, sayur lompong, buntil dan lain-lain dengan rasa yang banyak digemari.

Dari catatan Sistem Informasi Badan Karantina Pertanian, ekspor komoditas ini mencapai 29,106 ton, dan di tahun 2018 sampai dengan akhir Maret sudah tercatat 1.106 ton dengan tujuan pelbagai negara lainnya. Potensi pertanian Indonesia ini akan terus didorong Kementerian Pertanian sebagai sumber devisa lainnya bagi pembangunan nasional.

Editor: Idul HM

Previous articleIni Alasan Jonan Kebut Program Sumur Bor
Next articleTeknologi Industri 4.0 Akan Meningkatkan Kualitas Produk IKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here