Jakarta, PONTAS.ID – Sunil Tolani atau yang dipanggil Neal adalah CEO sekaligus Co founder IDAFF. Merupakan perusahaan startup digital bisnis yang menjadi marketplace untuk mewadahi bertemunya digital product creator dengan internet marketer. Meski masih baru berdiri IDAFF sudah menghadirkan performa kerja yang sangat baik.
IDaff memang masih terbilang muda. Meski demikian, perusahaan marketplace yang menawarkan produk dengan sistem affiliate ini terbilang cukup pesat. Dalam kurun waktu satu tahun saja, IDaff sudah bisa melakukan 11 digit transaksi.
Meski startup banyak digandrungi kaum muda, ternyata masih banyak orang muda yang enggan menjadi wirausaha dan memilih menjadi karyawan. Sementara berwirausaha akan lebih baik jika dilakukan semuda mungkin.
“Generasi muda itu sudah pasti mempunyai energy, agresivitas yang lebih hebat. Hanya saja langkah-langkah yang diambil kerap membuat agresivitas tersebut justru terbalik. Kalau kita sering-sering mendengar orang yang berpengalaman dan mencoba memahami itu, kita bisa memperkecil risiko,” kata Sunil Tolani selaku Co-Founder & Chief Enthusiast Officer Idaff.com, Jakarta, Jumat, (6/4/18).
Sebelum berwirausaha, menurut Sunil, minimal bekerja di perusahaan orang dengan niat untuk belajar. “Tetapi, niatnya jangan uang dulu. Akan tetapi pengalaman, tentang bagaimana mengurus perusahaan, tentang bagaimana menghadapi krisis perusahaan,” tegasnya.
Hal tersebut dikarenakan dengan bekerja di perusahaan orang, kita bisa mempelajari langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menjalankan perusahaan atau bahkan saat menghadapi risiko. Dengan begitu, saat berbisnis, seorang pengusaha pemula tidak lagi kaku mengahdapi berbagai hal yang mungkin ditemuinya dalam berbisnis.
Untuk itu, semuda mungkin, seorang calon wirausaha harus mempersiapkan diri untuk menjadi wirausahawan, termasuk denangan cara bekerja di perusahaan orang. Hal ini agar waktu untuk belajar dapat lebih panjang.




























