LRT Idealnya Jadi Moda dalam Kota

Ilustrasi LRT (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan, Light Rapid Transit (LRT) idealnya merupakan moda transportasi antarkawasan di dalam kota.

LRT, kata Bambang, bukanlah moda transportasai antarkota seperti yang dikembangkan pemerintah saat ini. Dan LRT juga mestinya terkoneksi dengan moda transportasi massal lainnya.

Menurut politikus Gerindra, LRT yang sedang dibangun pemerintah dengan biaya Rp 35 triliun itu sangat tidak ideal. Di seluruh dunia, konsep LRT hanya untuk moda dalam kota. Sementara LRT di Jakarta malah menghubungkan empat kota sekaligus, Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

“Manfaat LRT tidak terlalu besar bagi masyarakat. LRT tidak terkoneksi dengan transportasi massal berbasis rel lainnya seperti commuter line yang menjadi transportasi favorit masyarakat. Harusnya LRT itu langsung terkoneksi dengan kereta api menuju antarkota dan provinsi. Apalagi ketinggian elevasi stasiunnya yang sangat tinggi dengan naik tangga sekitar 5-6 lantai, ini sangat menyulitkan,” ungkap Bambang, Jumat (30/3/2018).

Dijelaskan Bambang, LRT hanya untuk moda jarak pendek dalam kota. LRT yang dikembangkan pemerintah saat ini tidak strategis untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan konektivitas dengan moda trasnportasi lainnya. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bertanggung jawab atas pengembangan LRT ini

Previous articleDPR Minta Eksekusi Mati Bandar Narkoba Dipertontonkan ke Publik
Next articleDPR Kecewa Pemerintah Tidak Mendukung Sektor Pertanian Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here