Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, meminta Bulog Subdivre Banyumas, Jawa Tengah, untuk segera menyerap hasil panen petani. Saat ini petani di Purbalingga tengah memasuki musim panen raya.
“Saya minta Bulog segera melaksanakan penyerapan gabah petani yang telah memasuki panen raya, Saya ingin setiap harinya ada langkah penyerapan pangan oleh Bulog, Jangan hanya pada saat seremoni panen raya seperti ini,” ungkap Bupati Purbalingga, Tasdi, di sela-sela kegiatan panen dan serap gabah petani di Desa Karangpetir, Kecamatan Kalimanah, Sabtu (10/3/2018).
Bupati berharap Bulog mampu mengendalikan harga padi pada saat panen seperti sekarang yang cenderung anjlok. “Sehingga petani bisa lebih sejahtera dengan menikmati harga sewajarnya, dikutp dari laman bulog.co.id, Rabu (14/3/2014).
Lebih lanjut Tasdi mengatakan, Bulog harus hadir membantu petani Pada waktu harga turun, Bulog turun untuk menyerap hasil panen petani sehingga harga dapat tetap bagus bagi petani,” jelasnya.
Pelu diketahuai realisasi pengadaan beras Bulog Subdivre Surakarta di Kabupaten Klaten baru mencapai 1.675 ton pada 9 Maret. Sementara itu, kontrak yang disepakati dengan mitra Bulog ialah 2.840 ton.
Kasubdivre Bulog Surakarta, Titov Agus Sabelia, menjelaskan saat ini mitra Bulog tidak dapat memenuhi kontrak pengadaan beras karena harga gabah di tingkat petani masih tinggi.
Sementara itu, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, produksi panen rendeng 2017-2018 meningkat jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Ketiadaan serangan organisme pengganggu tanaman menjadi penyebabnya.
Rata-rata produksi pada musim panen sebelumnya berkisar antara 5-6 ton per hektare. Kesuksesan panen kali ini berkat tidak ada hama tanaman dan cuaca mendukung.
Editor : Idul HM




























